Tampilkan postingan dengan label Rick Riordan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rick Riordan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Desember 2017

(Review) Magnus Chase and the Gods of Asgard, The Ship of the Dead #3 by Rick Riordan.

- Judul: The Ship of the Dead.
- Seri: Magnus Chase and the Gods of Asgard.
- Seri ke: 3 (Tiga) (Tamat).
- Pengarang: Rick Riordan.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
-Penerjemah: Reni Indardini.
- Penerbit: Nourabooks (Mizan Fantasi).
- Tebal: 512 Halaman.
- ISBN:
9786023853793
- Rating: 5 of 5 Star.

- Review:

Halooo.. Selamat datang di review buku Om Rick lainnya. Kali ini aku akan mengubek buku terakhir dari seri Magnus Chase and the Gods of Asgard, yang berjudul Ship of the Dead. Setelah beberapa bulan gak berhasil menghabiskan buku. Akhirnya bulan ini aku berhasil juga menamatkan seri ini. Seri yang sangat aku nikmati tiap lembar dan kata-katanya.

Oke.. Kalian pasti sudah tau aku kayak apa kalo udah sama buku Om Rick. Tentu aja aku bakal bilang suka banget. Dan itu sudah biasa. Karena Rick Riordan adalah author novel fantasi favoritku. Dan dalam peringkat favoritku. Beliau ada di urutan pertama. Hehe...

Walaupun aku sangat menyukai semua karangan Om Rick. Tapi gak lantas semuanya juga aku suka pake banget banget. Sejauh ini ending seri yang Om Rick tulis cuman dua ng aku sukai. Pertama seri PJO. Iya... Itu adegan pertarungannya keren banget. Berasa banget ngos-ngosannya mereka dalam menghadapi musuh utama mereka. Yaitu bangsa Titan. Dan seri keduanya adalah seri Magnus ini. Karena Di seri Magnus ini. Akhirnya aku ngerasain lagi susah payahnya perjuangan dalam peperangan. Walaupun singkat *iya.. Gak nyampe 500 halaman itu singkat namanya.* Tapi padat dan memuaskan gitu. Aku gak akan membocorkan pada kalian apa yang akan terjadi. Tapi satu hal yang aku bisa kasih tau. Seri ini sangat sangat memuaskan. Aku selalu takut setiap Om Rick bikin seri baru. Gimana kalau aku gak suka? Tapi pemikiran itu biasanya langsung hilang begitu aku membaca buku itu. Wkwkwk... Iya. Aku tau.. Aku cewe yang gampang jatuh cinta sama sesuatu apapun. Tapi walaupun begitu. Bukan berarti aku bakalan langsung menyukai segalanya secara membabi buta. Buktinya, walau aku doyan nonton serial tv atau film yang dark. Gak berarti aku bakal suka baca novelnya. Bukan karena buku itu gak bagus ya... Tapi karena otak ku suka berasap kalo baca yang agak berat dikit *dasar mental anak kecil*. Eh.. Dari tadi aku ngelantur kemana-mana ya? Hahaha... Sory. Tapi dari awal aku emang gak ada niatan buat review spoiler sih

Aku cuman mau curhat perasaanku pas selesai baca Magnus. Jadi semua sekarang terserah pada kalian yang masih aja bertahan membaca curhatan panjang lebarku ini. Buat kalian yang belum mengenal Magnus. Aku minta sama kalian, untuk mencoba kenalan dulu sama si cowok dodol berambut pirang ini. Kalau selera kalian sama seperti aku. Pasti kalian akan menyukai Magnus. Dan jika kalian sudah mengenal Magnus, dan memang suka sama dia. Alasan apalagi yang membuat kalian belum membaca buku terakhirnya ini? *lalu dikeplak. Dan buat kalian yang sudah mengenal Magnus. Dan tidak menyukainya. Aku hanya bisa pasrah. Selera setiap orang pasti berbeda. Aku gak bisa memaksakan. Jadi... Kalian termasuk yang mana nih?

Sabtu, 18 Februari 2017

(Review) Trials of Apollo #1 - The Hidden Oracle by Rick Riordan

- Judul: The Hidden Oracle.
- Seri: Trials of Apollo.
- Seri Ke: 1 (Satu).
- Penulis: Rick Riordan.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Reni Indardini.
- Penyunting: Yuli Pritania.
- Penerbit: Noura Books (Mizan Fantasi).
- Tebal: 464 Halaman.
- ISBN: 978-602-385-230-7.
- Rating: 5/5 Stars.

- Review:

Iyaa... tau. Aku ngereview buku Om Rick lagi. Padahal kalian sudah tau kalo aku bakal muji-muji dia. Tapi... kalian salah kali ini. Setelah aku menyelesaikan buku ini. Aku malah pengen nyekek tuh Om. Tega bener ngorek-ngorek luka lama orang. Aku gak mau bilang apa sebabnya aku pengen nyekek si Om. Karena bakal spoiler parah. Jadi kalau kalian ingin tau apa yang membuat aku kesel. Baca aja sendiri.

Eeeeh... Jangan pergi dulu. Aku nggak bilang kalo buku ini gak bagus lho ya! Aku emang kesel, tapi bukan berarti aku gak suka *halah... tifa ribet*. Aku malah suka banget banget sama buku ini. Kenapa kalian bilang? Oke ini dia alasannya.

Setelah seri Heroes of Olympus berakhir. Kalian pasti berpikir, akhirnya perjalanan Percy Jackson dkk... berakhir juga. Dan akhirnya mereka bisa beristirahat dengan tenang. Wut... kalian salah. Di seri terbaru karya Rick Riordan kali ini, Rick mengambil tema yang berbeda dari biasanya. Kalau biasanya karakter utamanya selalu para Demigod, alias anak-anak para Dewa. Kali ini karakter utamanya adalah seorang Dewa. Dan Dewa itu adalah Apollo. Iyaaa... Dewa Apollo yang itu. Sang Dewa Matahari, Musik, Pengobatan, Panahan dll... itu. Dewa sok keren dan narsis ini, akhirnya tersandung juga. Berkat salah saorang cucunya (kalau kalian sudah membaca Seri Heroes of Olympus, kalian tau siapa yang aku maksud). Apollo mendapatkan kemarahan dari Ayahnya, Dewa Zeus, sang Dewa langit. Dan di kutuk menjadi manusia biasa dan dilemparkan langsung dari Olympus ke tempat sampah.

Sudah cukup apes kah seorang Dewa matahari dijatuhkan dari langit dan mendarat ke tempat sampah? Jawabannya belum. Ketika terjatuh, Apollo menyadari satu hal. Dia tak bisa terbang, tidak juga bisa berubah wujud. Padahal biasanya dirinya dapat dengan mudah berubah bentuk. Dan semuanya langsung menghantam dirinya. Apollo tak lagi menyandang gelar dewanya. Dia terjatuh sebagai manusia fana biasa, bernama Lester Papadopoulos.

Setelah menyadari kondisinya, Apollo terpaksa harus mencari bantuan. Dan cuman ada satu tempat di dekat sini yang menyediakan itu. Camp Half-Blood, alias perkemahan Blasteran.

Setelah seri PJO. Camp Half-Blood sangat jarang ditampilkan lagi. Karna di seri HoO, Ketujuh Demigod mesti jalan-jalan lintas negara demi merampungkan ramalan mereka. Jadi mereka hanya bisa sebentar saja berada di Camp. Dan buat kalian yang merindukan suasana Camp Half-Blood, kalian akan merasakan sensasi pulang kerumah di seri ini. Karena kita bakalan di manjakan dengan pemandangan Camp yang sudah sangat kalian rindukan. Kita bakalan bertemu dengan beberapa pekemah lama, dan para pekemah baru yang aku belum sempat hapalin nama-namanya ini.

Jadi bagaimana? Akankah kalian sanggup menghadapi kegalauan sang Dewa. Segera lah adopsi buku terbaru karya Rick Riordan ini. Dan rasakan sendiri sensasinya.    

Kamis, 12 Januari 2017

(Review) Magnus Chase #2 - Hammer of Thor by Rick Riordan.






- Judul: Hammer of Thor.  
- Seri: Magnus Chase and the Gods of Asgard.
- Seri ke: 2 (Dua).  
- Penulis: Rick Riordan.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Reni Indardini.  
- Penyunting: Yuke Ratna P.  
- Penerbit: Noura Books (Mizan Fantasi).  
- Tebal: 590 Halaman.  
- ISBN: 978-602-385-183-6.






- REVIEW:



~~~~~~Spoiler untuk yang belum membaca buku sebelumnya~~~~~~








Masalah nampaknya adalah sahabat sejati bagi Demigod mana pun. Gak peduli mereka Demigod Yunani kek, Romawi, bahkan Nordik.  Semuanya sama. Semuanya sama-sama bernasib sial. Magnus Chase adalah seorang Einherji, alias Roh pendekar pasukan abadi Dewa Odin. Eh! Roh? Iya... kalian gak salah liat. Magnus memang sudah mati. Setelah kematiannya yang heroik di buku pertamanya. Magnus diangkat menjadi seorang Einherji dan di bawa ke sebuah Hotel bernama Valhalla. Hotel di mana para pendekar Odin berkumpul sebelum terjadinya Ragnarok, sebutan untuk Kiamat versi bangsa Nordik.


Ngapain aja mereka di sana? Apakah kerjaan mereka cuma bersantai sambil ongkang-ongkang kapak? Tidak... para Einherjar tidak bisa hanya berdiam diri saja. Di hotel, setiap hari adalah latihan perang. Bahkan pelukan saja bisa mematikan. Saling membunuh adalah kegiatan rutin di hotel setiap harinya. Dan berapa kalipun mereka mati di hotel, mereka tetap akan kembali hidup beberapa jam kemudian. Lantas apa yang perlu ditakutkan oleh seorang Einherjar seperti Magnus. Banyak...


Mari kita usut, semuanya bermula karena sebuah undangan pernikahan yg disebar oleh Loki. Bagaimana bisa sebuah undangan mengacaukan hari-hari indah seorang Einherji macam Magnus? Dan apa pula hubungan antara undangan itu dan palu Thor yg hilang. Semua masalah ini diramu oleh Rick Riordan dengan lumayan Epik di buku Hammer of Thor ini. 


Menurutku buku kedua ini lebih bagus ketimbang buku pertamanya. Kenapa? Karena aku sudah mengenal Magnus, Sam, Blitz dan Hearth. Tapi ini juga karna si karakter barunya yang eksentrik. Oh iya... jangan lupa dengan Jack, si pedang ajaib yang doyan nyanyi itu. Perpaduan antara aksi dan humor memang selalu menjadi ramuan utama dari buku-buku Rick Riordan. Dia selalu berhasil membuat para Dewa-Dewi ini menunjukkan ketidak sempurnaannya. Sungguh... para dewa-dewa Nordik ini... gak ada bagus-bagusnya. Masih mending Dewa-Dewi Yunani deh. Mereka masih bisa dicintai. Sedangkan bangsa Asgard? Meh...


Ending dari buku ini seperti biasa... menampakkan cliffhanger. Khas Om Rick sekali pokoknya. Apalah buku-buku ini tanpa cliffhanger. Seolah-olah sayur tanpa garam, lah. Wkwkwkwk... sampai berjumpa di buku selanjutnya Magnus. Dan selamat bergabung di team. Wahai karakter baru. Aku gak sabar buat ketemu kalian lagi.

Senin, 15 Agustus 2016

(Review) Percy Jackson's Greek Heroes by Rick Riordan.

- Judul: Percy Jackson's Greek Heroes.
- Penulis: Rick Riordan.
- Ilustrasi: John Rocco.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Reni Indardini.
- Editor: Yuke Ratna.
- Penerbit: Nourabooks (Mizan Fantasi).
- Tebal: 496 Halaman.
- ISBN: 978-602-385-051-8

REVIEW:

Pada dasarnya semua Demigod/Pahlawan itu punya hidup yang sial. Jarang banget ada Pahlawan yang punya ending bahagia. Apalagi kalau kalian merupakan anak dari Dewa-Dewi besar macam Zeus, Poseidon dll... jangan pernah mengharapkan kehidupan yang normal deh. Yang jaman dulu maupun yg jaman sekarang. Semua sama. Coba aja kita liat nasib teman kita Percy Jackson yang kesialannya terus bertambah panjang saja seiring bertambahnya sekuel PJO :v *puk2 Percy*.

Btw, kita untuk sekali ini gak akan membahas tentang Percy. Karna kini giliran Percy lah yang menceritakan kesialan, eh... Petualangan pahlawan-pahlawan jaman dulu di buku berjudul Percy Jackson's Greek Heroes ini.

Terdapat dua belas kisah pahlawan yang laki-laki maupun perempuan, seorang Demigod sampai dengan manusia biasa. Pokoknya dijamin bakal menghibur kalian. Sekaligus kalian bisa mempelajari sejarah para pahlawan ini. Siapa saja kah kedua belas pahlawan ini. Pertama-tama kita akan berkenalan dengan Perseus, eh... bukan Percy Jackson lho ya! Perseus yang ini adalah anak dari Zeus. Yang konon salah satu dari sedikit pahlawan yang memiliki akhir bahagia. Trus kedua ada Psyche, si cantik yang membuat Aphrodite iri. Di nomer urut tiga ada Phaethon, anak dari Titan Helios. Keempat ada Otrera sang pendiri Amazon. Dan kelima Daedalus sang Penemu macam-macam. Iya... Daedalus yang itu... yang membuat Labirin di PJO 4. Trus di nomer enam ada Theseus, sang penakhluk Minotaurus. Ketujuh Atalanta, cewek seram yang dibesarkan oleh beruang. Kedelapan Bellerophon yang ceroboh. Kesembilan Kyrene si pengembala domba. Kesepuluh Orpheus si musisi terkenal di dunia atas maupun Underworld. Dan yang kesebelas Hercules yang terkenal berkat 12 tugas bodoh dari sang Raja. Dan di posisi terakhir, alias pamungkas, ada Jason dan kapalnya Argo yang terkenal.

Kalo aku di tanya petualangan siapa yang paling aku sukai? Hmm... aku juga bingung netapinnya. Kisah mereka mempunyai keseruan yang berbeda. Yang jelas di buku ini penuh dengan nama-nama yang bisa bikin lidah keseleo saking susahnya di sebut. Hehehe...

Nah... apalagi yang harus aku bahas? Hmm... udah cukup kali ya. Aku udah sering promosiin bukunya Om rick, jadi kalian pasti udah tau gimana. Pokoknya buku ini bagus buat belajar sejarah pahlawan yunani jaman dulu. Sampai jumpa di review buku selanjutnya. Dah...

Ps: makasih buat Nourabooks karna udah ngasih aku buku ini secara cuma-cuma. Tau aja deh Noura kalo aku ini kutubuku bokek 😂.

Kamis, 25 Juni 2015

(Review) The Crown of Ptolemy by Rick Riordan.

- Judul: The Crown of Ptolemy.
- Seri: Crossover Percy Jackson & Kane Chronicles.
- Seri ke: 3 (Tiga).
- Pengarang: Rick Riordan.
- Bahasa: English (Ebook ver).
- Rating: 5 of 5 star.

- Review:

Tes tes..  baru kali ini aku nyobain nge-blog via hp. Jadi maklumi aja kalo gaya post ku agak beda dari biasanya, hehehe....

Setelah dua bulan aku gak berhasil menyelesaikan buku apapun. Baru hari ini aku berhasil namatin sesuatu. Itu pun cuman sebuah cerpen. Huhuhu...
Tapi jangan salah... walaupun cerpen, tapi ini adalah cerpen yang dikarang oleh penulis favoritku, Rick Riordan. Crown of Ptolemy ini merupakan cerita ketiga dari trilogy Cross over Percy Jackson & Kane Chronicles. Yep... ini menceritakan tentang bagaiman jadinya bila  para Demigod Yunani bertemu dengan para Penyihir Mesir. Secara mereka semua hidup di satu negara, yaitu Amerika. Jadi sangat mungkin kalau para Demigod dan Penyihir akan bertemu. Dan yang bertemu di trilogy ini bukan sembarang Demigod dan Penyihir, tetapi para tokoh utama di serial masing-masing. Siapa lagi kalo bukan duo maut Percy-Annabeth dan kakak beradik Kane, Carter-Sadie. Di The Son of Sobek. Carter bercerita bahwa dia bertemu dengan cowok aneh berpakaian orange dan memegang sebuah pedang ketika dia berusaha untuk mengatasi makhluk yang meresahkan masyarakat di Long Island. Dan tentu saja si cowok aneh itu adalah Percy Jackson. Dan di cerita kedua, The Staff of Serapis, giliran Annabeth lah yang bertemu dengan penyihir Mesir yang nyentrik, Sadie Kane di sebuah kereta, padahal Annabeth tadinya bermaksud untuk bertemu dengan Percy, pacarnya. Tapi, lagi-lagi karena seekor monster, rencana itu harus dibatalkan. Berkat pertemuan singkat empat tokoh ini, mereka pun menyimpulkan bahwa ada seseorang yang berusaha menggabung dua mitologi ini menjadi satu. Dan pertanyaan mereka pun terjawab di cerita ketiga ini, di The Crown of Ptolemy. Bersama mereka harus menghadapi seorang musuh yang terobsesi ingin menjadikan dirinya sendiri menjadi seorang Dewa Mesir-Yunani.

Rick Riordan selalu berhasil memukau ku, di Staff of Serapis aku berhasil dibuat sesak nafas hanya dengan melihat memakai sudut pandang Annabeth. Betapa shock nya dia, karena bukan hanya mitologi Yunani dan Romawi saja yang ternyata tetap eksis sampai saat ini, tapi ternyata Mesir pun juga masih eksis. Di cerita kali ini pun sama, selain karena di sini memakai PoV (Point of View) dari Percy Jackson yang selalu merupakan sudut pandang favoritku selama ini. Ceritanya juga tak kalah menakjubkan dari cerita sebelum-sebelumnya.

Bagaimana cara mereka ber empat menggabungkan kekuatan mereka sangat keren menurutku, karena lawan mereka berusaha menggabungkan dua mitologi. Jadi mereka berempat pun mencoba untuk menggabungkan cara Yunani dan Mesir jadi satu. Jadi misteri yang terdapat di cover Crown of Ptolemy pun akhirnya terungkap setelah membaca ini. Awalnya aku bingung, kenapa pedang Percy kok jadi lucu gitu, bengkok dan sangat jelas bentuknya lebih lebar dari pedang Percy yang biasa. Dan ternyata... *kalo mau tau jawabannya, baca aja ndiri*. Hah... pokoknya gak ada habisnya deh kalo aku mau ngebahas tentang trilogy ini. Kalau kalian penasaran sama trilogy ini, kalian bisa menemukan terjemahan dari Son of Sobek di bagian belakang novel Serpents Shadow (buku ketiga dari seri Kane Chronicles). Dan Staff of Serapis di buku Demigod Files. Sedangkan untuk Crown of Ptolemy, sejauh ini aku belum mendapatkan info kapan cerita ini akan diterjemahkan. Jadi untuk yang gak sabar pengen nyaksiin petualangan Percy yang terakhir, baca aja via ebook.

Rabu, 17 Desember 2014

(Review) Heroes of Olympus #5: Blood Of Olympus by Rick Riordan.






- Judul: The Blood Of Olympus.
- Seri: Heroes Of Olympus.
- Seri Ke: 5 (lima).
- Pengarang: Rick Riordan.
- Bahasa: Indonesia (terjemahan).
- Penerjemah: Reni Indardini.
- Penerbit: Noura Books (Mizan F).
- Tebal: 544 halaman.
- ISBN: 978-602-130-671-0
- Rating:  5 of 5 Star.

- Sinopsis: Goodreads 


- Review:

***(Spoiler Alert)***
(for House of Hades and the other).
 

Huft... akhirnya berakhir juga series yang telah menemani perjalanan hidupku selama 4 tahun ini *tsaah... *lebay. walaupun, jujur ending nya rada kurang memuaskan *kurang panjang maksud nya :v* tapi aku gak ngerasain galau ketika berpisah sama HOO (Heroes of Olympus). malah aku ngerasa agak lega, entah kenapa rasanya berbeda sama ketika aku mengakhiri Series PJO dulu. mungkin juga karna aku berharap bahwa Om Rick bakalan ngebuat series baru yang kembali berhubungan dengan Demigod Yunani. makanya aku gak galau XD.

hah... kita singkirkan dulu angan-angan *khayalan* ku tentang seri baru itu dan kita mulai membahas tentang buku ini saja. Hmm... seperti para pendahulunya, Rick Riordan memang membuat series ini dengan beberapa sudut pandang sekaligus. Kalau sebelumnya, di House Of Hades, mempunyai 7 sudut pandang. kali ini, Rick Riordan hanya membuat lima sudut pandang saja. Jason, Piper, Leo, Reyna dan Nico. yang mana berhasil bikin aku uring-uringan waktu pertama membaca, karna kali ini, sudut pandang Percy ditiadakan T_T. dan baru belakangan aku tahu, kenapa sudut pandang Percy dan Annabeth ditiadakan. tapi sebagai gantinya, aku bertemu dengan sudut pandang baru, Reyna dan Nico, yang mana keduanya sangat-sangat keren XD. aku suka dengan sudut pandang Reyna disini, berasa ngeliat Annabeth versi lebih garang, hehehe...

Oke, begini ceritanya, Setelah berhasil lolos dari Gerha Hades dengan selamat, sekarang para kru kapal Argo-II harus kebut-kebutan menuju Yunani, demi menggagalkan bangun nya sang Ibu Bumi, Gaia. dan dilain pihak, Reyna, Nico dan Pak Hedge berusaha mati-matian untuk membawa patung setinggi dua belas meter ke Camp Half-Blood. agar tak terjadi peperangan antara Demigod Yunani dan Romawi. jadi walaupun kedua tim yang menuju dua tempat yang berbeda, mereka sama-sama punya kesamaan, yaitu harus berhasil mencapai tempat tujuan mereka sebelum tanggal 1 Agustus.

menurut sudut pandang ku yang sotoy ini, Gaia nampak nya sangat terburu-buru sekali dalam menyiapkan kebangkitannya. bagaimana tidak baru saja Percy dkk mengalahkan Kronos di bulan agustus tahun itu, dan tiba-tiba Gaia memutuskan untuk bangun setahun setelah kematian anaknya yang tercinta. padahal Kronos saja perlu empat tahunan agar bisa bangkit, dan dengan sabarnya menunggu hingga Percy berusia 16 tahun. dan Gaia hanya butuh 1 tahun buat bangkit, oh my... beneran deh, dari awal aku selalu nganggep kalo Series ini terkesan terburu-buru banget. tapi apa daya, kecintaan ku terhadap Percy telah membutakan ku, biarlah Percy menderita lagi, asalkan aku bisa melihat dia bersama Annabeth lagi XD *lalu ditenggelemin sama Percy ke laut*

buat yang mengharapkan Happy Ending, selamat... anda mendapatkan nya, dan oh iya, Om Rick juga memberikan satu hadiah lagi pada kalian.... apa itu? yaitu............... CLIFFHANGER. TADAAA.....
penasaran sama apa yang aku maksud sebagai sesuatu yang menggantung itu? ya baca dong bukunya, males banget aku kalo mesti nerangin seluruh isi buku disini. dan lagi aku sekarang udah berubah jadi orang yang anti Sop Iler, karena selain bau *eh?* Sopiler juga tidak bagus untuk kesehatan anda, hehehe... sekian dan terima kasih, sampai jumpa di postingan lainnya, bye-bye...

oh iya, jangan lupa, mulai tahun depan, Om Rick akan mengeluarkan satu seri baru berjudul Magnus Chase, yep... Chase. seperti Annabeth. sebenarnya ada hubungan apakah Magnus dengan Annabeth, well... jawaban kalian akan terjawab tahun depan.

Sabtu, 19 Juli 2014

(Review) Demigod Files by Rick Riordan.



- Judul: Demigod Files. (Side Story dari Seri Percy Jackson)
- Pengarang: Rick Riordan.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Nur Cholis.
- Penerbit: Mizan Fantasi (Noura Books).
- Tebal: 280 Halaman.
- ISBN: 978-602-160-689-6.

- Sinopsis:



Demigod Muda yang budiman,

Sebenarnya buku ini tidak boleh diperlihatkan kepada anak manusia biasa. Karena di sini banyak peristiwa yang dirahasiakan.

Kau akan tahu kebenaran tentang naga perunggu, senjata rahasia baru Hades, dan bagaimana Percy terpaksa terlibat dalam pembuatan senjata itu.

Bukannya ingin menakutimu, tapi sangat penting supaya kau menyadari betapa berbahayanya kehidupan seorang pahlawan.

Chiron juga telah memberiku izin publikasi beberapa wawancara sangat rahasia dengan sebagian pekemah yang paling berpengaruh. Coba bocorkan informasi ini kepada non-demigod, maka Clarisse akan memburumu dengan lembing elektriknya. Percayalah, kau tak ingin hal itu sampai terjadi.

Pelajari buku ini dengan saksama, sebab petualanganmu sendiri mungkin baru dimulai. Semoga para dewa-dewi selalu bersamamu, Demigod Muda!



Yang terhormat,



Rick Riordan

Penulis Senior, Perkemahan Blasteran

-Review: 

gak terasa lebaran udah di depan mata, dua puluh dua hari sudah kita menahan lapar, amarah, nafsu dll... tapi apakah semua itu menghalangi keinginan kita, para penimbun buku untuk menambah koleksi buku baru untuk rak kalian? kayak nya gak. nah, buat yang lagi bingung mau cari buku apa, buku satu ini cocok banget buat kamu-kamu yang lagi pengen baca buku ringan dengan harga terjangkau (menurut standar harga Novel fantasi saat ini) yang walaupun murah, tapi tentunya isinya gak murahan.

Untuk para penggemar novel fantasi pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Rick Riordan, eh? dia siapa? itu lho yang bikin Novel ber-genre fantasi-Mitologi itu, yang sudah menulis seri Percy Jackson, Heroes of Olympus, Kane Chronicles dll... dibuku nya yang satu ini Rick Riordan kembali menceritakan tentang petualangan Demigod paling terkenal saat ini (menurut versi ku :v ), yaitu Percy Jackson yang seperti biasa tak henti-henti nya dirundung masalah, yaitu di incar para Monster, Dewa sampai Titans jahat.

Buku yang merupakan kumpulan side-story atau bisa disebut juga sebagai cerpen ini memiliki empat buah cerita, yang pertama adalah cerita tentang Percy yang membantu musuh bebuyutan nya di Camp Half-Blood, Clarisse La Rue, yang secara tak sengaja kehilangan kereta perang milik ayah Dewa nya, Dewa Ares, sang dewa perang. dan cerita kedua adalah tentang permainan tangkap bendera yang dilakukan secara rutin oleh seluruh penghuni Camp Half-Blood, tapi tiba-tiba berakhir bencana ketika mereka tak sengaja menemukan sarang semut raksasa. cerita ketiga adalah petualangan langka yang dijalani oleh tiga anak Dewa tertua, Yaitu Percy Putra Poseidon, Thalia Putri Zeus, dan Nico Putra Hades. yang harus mengarungi Underworld, dunia yang di kuasai oleh Hades. dan mereka kesini untuk satu misi, merebut kembali pedang Hades. dan cerita ke-empat ini adalah yang terunik, karna 1. Ini memakai sudut pandang Annabeth, Pacar Percy. bukannya memakai sudut pandang Percy seperti tiga cerita pendahulu nya. 2. karna ini adalah cross over dari mitologi Yunani dan Mesir. 3. Dengan membaca cerita ini kalian akan merasakan bagaimana pusing nya jika dua mitologi ini bergabung.


               Cover Versi US dari Demigod Files.

Untuk para penikmat Seri Percy Jackson and The Olympians beserta sekuelnya, Heroes Of Olympus pertanyaan kalian selama ini akan terjawab di buku ini, karna disinilah jawaban nya berada, dari pertemuan pertama Percy, Annabeth, Charlie dan Silena dengan Festus, si naga gembira nya Leo (Liat Buku The Lost Hero). Bagaimana awal mula Iapetus berubah jadi Bob (liat buku The House Of Hades). Dan pertemuan dahsyat antara Annabeth dan Sadie yg sangat mencengang kan. Semuanya ngena banget, aku sampe sesek nafas baca nya. Pertemuan Yunani sama Romawi, gampang.. Mereka kan dewa yang sama, cuman nama sama perilaku nya aja yg beda. Tapi begitu Yunani ketemu Mesir, deung... Otak ku langsung melintir gak karuan. Perasaan Annabeth yang lagi kewalahan dgn beragam informasi baru tersampai kan dengan bagus, dan berhasil ngebuat aku ikutan hanyut dan terombang-ambing kayak perasaan nya Annabeth. Huah.. Sulit di gambarkan dgn kata-kata.

nah, itu aja deh penjelasan ku tentang salah satu buku Favoritku ini. salamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. dan selamat menimbang-nimbang untuk membeli buku yang tipis ini. aku Thifa undur diri dulu, sampai jumpa di postingan berikutnya, salam (Berasa jadi pembawa acara berita XD).

 

Sabtu, 01 Maret 2014

(Review) Heroes Of Olympus #4 - The House Of Hades by Rick Riordan.






- Judul: The House Of Hades.
- Seri: Heroes Of Olympus.
- Seri Ke: 4 (Empat).
- Pengarang: Rick Riordan.
- Bahasa:  Indonesia.

- Penerbit: NouraBooks (Mizan Fantasi).
- Tebal: 640 Halaman.
- ISBN: 978-602-160-684-1.


 - Sinopsis:


Semua pilihan mengandung risiko.

Kau boleh percaya … atau mengabaikannya.

Tapi, ingat, apa tujuanmu?

Setelah terjatuh ke Dunia Bawah, Percy dan Annabeth disiksa oleh rasa lapar dan dahaga serta suara tangisan tak terperi yang membuat pikiran mereka kacau. Tak hanya itu, para monster yang telah mereka bunuh pun bermunculan, bermaksud membalas dendam. Sementara di langit, kru Argo II mati-matian mempertahankan kapal dari serangan para putra Gaea, kura-kura raksasa, dan seorang dewa berkaki busuk.  

Di tengah petualangan menantang itu, kecerdasan dan jiwa kepemimpinan mereka ditantang. Pilihan harus diambil, keputusan besar harus dibuat, sedangkan kematian menghantui dan masa depan dunia menjadi taruhan. Akankah mereka membuat keputusan dan memilih jalan yang tepat?


- Review:
*Spoiler Alert*

 Huah.... setelah penantian yang panjang, akhirnya aku bisa juga baca buku ini, dan... ampun.... keren banget... *oke, aku lebay :v* maklum saja, sebagai penggemar novel karangan Rick Riordan nomer satu, aku mau tak mau harus mengangkat seluruh jempol ku buat novel ini. kenapa? memangnya perlu alasan lagi kah?

seperti seri-seri sebelumnya yang ditulis dengan memakai 3 sudut pandang dibuku satu (Lost Hero) dan buku duanya (Son of Neptune), dan memakai 4 sudut pandang dibuku ketiga (Mark Of Athena). kali ini dengan berani nya, Rick Riordan memakai 7 sudut pandang sekaligus, yang keseluruhannya di isi oleh 7 Demigod dalam ramalan (Percy- Annabeth- Hazel- Frank-Jason- Piper dan Leo). Setiap pergantian PoV (sudut pandang), para Demigod ini masing-masing mendapatkan 4 Bab disetiap peralihan PoV, dan di setiap peralihan PoV itu, selalu ada saja masalah besar yang harus mereka hadapi. jadi ketegangan nya sambung menyambung terus, gak berenti-berenti hingga kalian menutup buku ini, sungguh racikan kisah yang dahsyat. nah bagaimana... keren gak tuh.



nah, buat yang sudah menyelesaikan buku tiga nya, pasti kalian tau bagaimana dengan nasib para 7 Demigod + Nico dan Pak Hedge itu. diakhir buku tiga itu, sungguh, om Rick keterlaluan banget, masa iya dua orang Demigod kesayangan ku *Percy dan Annabeth* dicemplungin gitu aja. tapi jatuh nya so sweet banget sih, tapi tetep aja bikin gregetan. bikin aku gak sabar baca buku selanjutnya. setelah menunggu setahun lebih, yup SETAHUN LEBIH, akhirnya semua rasa penasaran ku terbayar. akhirnya aku bisa bertemu kembali dengan dua orang yang nyemplung itu XD.

kisah ini di awali dengan di serangnya kapal melayang mereka, Argo-II, dengan batu-batu raksasa oleh dewa-dewa gunung, anak buah Gaea. para penghuni Argo-II kewalahan dan kelelahan hebat, karena semenjak mereka berada di Roma, serangan selalu terjadi. dan akibatnya kapal mereka pun rusak parah, jalan mereka menuju Yunani pun dipersulit oleh Gaea, Dewi Bumi. karna bagaimana pun Gaea tak ingin mereka selamat dan berhasil menuju Gerha Hades, tempat mereka menyelamatkan dan berjanji untuk menemui Percy Dan Annabeth untuk menyegel pintu ajal yang terus-menerus terbuka itu bersama-sama dari kedua sisi.

Perjalanan mereka, baik yang menaiki kapal, maupun yang di Tartarus sama-sama berat. mereka semua sama-sama selalu dihadang oleh sekelompok monster dan Dewa-Dewi *sinting*. belum lagi pertemuan mengejutkan Percy dan Annabeth dengan salah satu Titan yang pernah dikalahkan Percy dimasa lalu, yang menghadang mereka dengan sapu bermata tombak XD.  pokoknya banyak kejutan dibuku ini, juga ada tokoh-tokoh dari seri sebelumnya yang kembali muncul dan mewarnai buku ini. Dewa-dewi yang sakit kepala *Eh?. Lawan yang menjadi kawan, tebak menebak ramalan yang sampai sekarang belum juga jelas apa maksudnya, pertemuan mengejutkan Nico dan Jason dengan Cupid sangar, dan bertamu ke istana Nyx yang konon lebih menyeramkan dari muka Medusa.

dulu aku sepat mengira-ngira bentuk pintu ajal itu seperti apa. seperti gerbang besar kah... atau apa. ternyata bentuknya seperti itu *tutup mulut gak mau spoiler banyak-banyak* nah, semoga review curhatan ku ini bisa membantu kalian dalam memutuskan untuk menikmati buku ini atau tidak, yang jelas, kalau kalian suka petualangan yang meledak-ledak kalian wajib untuk membaca seri ini. sampai jumpa di review ku selanjutnya...

Jumat, 19 Juli 2013

(Review) Kane Chronicles #2: The Throne of Fire by Rick Riordan.






- Judul: The Throne of Fire.
- Seri: Kane Chronicles.
- Seri ke: 2 (Dua).
- Pengarang: Rick Riordan.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan)
- Penerjemah: Rika Iffati Farihah.
- Penerbit: Noura Books (Mizan Fantasi).
- Tebal: 484 Halaman.
- ISBN: 978-979-433-677-9.
- Bintang: 5 of 5.


- Sinopsis:

Pertarungan melawan Kekacauan terus berlanjut. Sejak Dewa-Dewa Mesir terlepas ke dunia modern, Carter dan Sadie Kane terlibat banyak masalah. Dan kini, Dewa Apophis, musuh mereka yang paling berbahaya, akan segera bangkit. Satu-satunya cara untuk menghentikan Apophis adalah dengan membangkitkan Ra. Masalahnya, tidak ada yang tahu di mana Ra. Bukan hanya itu, untuk membangkitkan Ra mereka juga harus menemukan tiga gulungan dari Kitab Ra dan mempelajari mantra yang tepat untuk bisa membacanya.

Narasi Sadie dan Carter Kane, humor-humor unik ala mereka dan petualangan ke seluruh dunia akan membuat kalian tenggelam dalam Petualangan Kane bersaudara yang sensasional.


- Review:

sebenernya agak malu juga sih, kenapa telat banget baca buku satu ini, padahal berani mengaku-ngaku maniak nya Riordan :p. tapi bukan tanpa alasan kok aku nunda baca buku satu ini, aku menunda nya karna lagi nungguin buku ke-tiga nya yang alhamdulillah udah terbit bulan kemaren (tapi aku belum beli) *miris T_T. 

di buku kedua ini, cerita aslinya masih berupa rekaman yang di rekam oleh dua kakak-beradik Kane, yaitu Carter dan Sadie, yang kembali Rick Riordan temukan dan tulis dan kemudian menjadi buku Throne of Fire ini. beberapa bulan setelah kejadian piramida merah, mereka (Carter dan Sadie) akhirnya bisa mengumpulkan beberapa penyihir baru yang datang berkat mendengarkan rekaman yang  menceritakan tentang piramida merah (Red Pyramid). para penyihir baru ini, mereka belum terlatih. maka mereka yang datang pun akhirnya di latih oleh Carter dan Sadie di Nome 21 (amerika).

cerita bermula, ketika Carter, Sadie, Walt, Jaz *murid baru mereka* dan Khufu *babun pelangi mereka :D* mencuri meminjam sebuah artefak yang ada di sebuah museum, untuk mereka teliti. tapi naas, bukannya sepi, museum itu malah ramai ketika tengah malam, gara-gara ada sebuah resepsi pernikahan yang diadakan di museum. tapi mereka tak kehabisan akal, mereka berhasil memasuki museum itu dan mendapatkan barang yang mereka cari, tepat setelah itulah masalah terjadi. kutukan yang menjaga benda itu pun aktif dan muncul lah beberapa monster yang ingin menghabisi mereka. walaupun mereka berhasil keluar, tapi harga nya terlalu besar untuk dibayar, selain membuat benda itu serta tangan Sadie terbakar dan menyala-nyala. murid mereka, Jaz harus menyembuhkan Walt dan menghadang monster sendirian. dan akibatnya Jaz pun sekarat.

sebenarnya untuk apa sih gulungan Ra itu? gulungan Ra sebenarnya adalah kunci, untuk membangkitan Raja para Dewa Mesir yang sudah lama pensiun yang bernama Ra. Ra dikenal sebagai satu-satunya Dewa yang mampu melawan Ular kekacauan bernama Aphopis. kalau kalian sudah membaca Red Pyramid, pasti kalian tau kalau dalang sebenarnya dari pembangunan Piramida merah itu adalah Aphopis. Aphopis berencana untuk menelan matahari (Ra) agar dunia ini hancur, dan dia dapat menjadi penguasa dunia yang baru *motif setiap penjahat memang gak jauh berbeda*. jadi itulah alasan mereka ingin membangunkan Ra dari masa pensiun nya. mereka berharap dengan bangunnya Ra, mereka bisa melawan Aphopis dan menyelamatkan Dunia. tapi mengumpulkan Kitab Ra ternyata tidak mudah, walaupun berhasil mendapatkan satu di museum Brooklyn, mereka harus mencari dua kitab lainnya di belahan bumi yang lain.

kalau sebelumnya kita suda bertemu beberapa Dewa seperti Horus, Isis, Set, Osiris, Bast dan lain-lain, kini kita kembali dipertemukan dengan beberapa Dewa-Dewi baru, dari yang jahat sampai yang baik, ada Bes si Dewa Cebol, Tawaret, Dewi berbadan kuda nil yang baik. Nekhbet, si Dewi burung bangkai yang ingin memakan mereka. Babi, Dewa para Babun yang merasuki kakek Sadie dan Carter. dan Khonsu si Dewa Bulan yang licik. dan banyak lagi. *gak bisa kesebut satu2. dan ada pula musuh dari kalangan penyihir, seperti Vlad si Bengek, dan Desjardins, musuh lama mereka. sekarang akhirnya aku mulai mengerti sedikit-sedikit tentang mithologi mesir, yang bahkan di wikipedia pun sangat susah untuk mencari info seputar mith mesir. tapi Rick Riordan berhasil bikin kita belajar beberapa mithologi sekaligus, tanpa merasa terlalu pusing untuk memahaminya.

menurutku, ini menurutku lho ya... kekurangannya cuman di bagian percintaan *maklum, namanya juga anak2*. Hubungan Carter dan Zia yang di Red Pyramid udah berkembang, eh... ternyata Zia yang itu tembikar yang bisa bergerak yang *shabty*. begitu sudah bertemu yang asli, Zia gak ingat sama sekali sama Carter, karena memang mereka belum pernah bertemu secara langsung. dan Carter pun terpaksa harus mengulang semuanya dari awal *puk2 Carter.  dan kisah Sadie pun tak kalah rumit, dia terjebak diantara dua cowok ganteng, yang satu Dewa kematian, yang satu malah sekarat dan menunggu kematian *benar2 pilihan yang membingungkan*. hah... kisah mereka benar2 menggantung dan akhir buku duanya tak terduga. semoga di buku ke-tiga cerita mereka happy ending. dan semoga aku berhasil menemukan buku ke-tiganya secepatnya. penasaran nih. mana di buku ke-tiga yang ver indonesia nya ada bonus side story nya Carter ama Percy lagi :3 *dua cowok ganteng favoritku XD*.






*aslinya lebih ganteng kok!*didalam fikiranku tapi.. :p.

Rabu, 03 Juli 2013

(Review) Demigod Diaries by Rick Riordan.



- Judul: The Demigod Diaries.
- Pengarang: Rick Riordan.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Reni Indardini.
- Penerbit: Noura Books (Mizan Fantasi)
- Tebal: 358 halaman.
- ISBN: 978-979-433-775-2


- Sinopsis:


Demigod Muda yang budiman,
Takdirmu menanti. Kini, setelah kau mengetahui siapa sejatinya orangtuamu, kau harus mempersiapkan diri untuk masa depan penuh rintangan—bertarung melawan monster, berpetualang ke penjuru dunia, serta menghadapi dewa-dewi Yunani dan Romawi yang temperamental. Sungguh, aku sama sekali tidak iri padamu.

Kuharap The Demigod Diaries ini bisa membantumu mempersiapkan diri untuk menyongsong petualanganmu sendiri. Seperti kata Annabeth, pengetahuan adalah senjata. Semoga berhasil, Pembaca Muda. Siapkan baju tempur dan senjatamu. Tetap waspada. Ingatlah, kau tak pernah sendirian!

Salam,

Rick Riordan
Kerani Senior



- Review:


  Salam Demigod :D *nyengir dulu.
kali ini aku akan membahas tentang salah satu kumcer karangan Rick Riordan dan putra nya, Haley Riordan. yang sangat-sangat keren ini yang berjudul Demigod Diaries. kenapa Diaries? karena buku ini memang berisikan diary/kisah tentang para Demigod yang sudah kita kenal melalui seri Percy Jackson dan Heroes of Olympus itu. diantaranya ada Luke Castellan *mantan penjahat kita yang ganteng :D*, Thalia Grace, Annabeth Chase, Percy Jackson *tentunya*, Leo Valdez, Jason Grace, Piper Mc Lean, dan satu Demigod yang kisahnya tak pernah terdengar di seri-seri sebelumnya.

kisah pertama berjudul Buku Harian Luke Castellan, disini Luke menceritakan salah satu petualangan awalnya bersama Thalia. sebelum mereka, Luke, Thalia dan Annabeth pergi ke Camp Half-Blood. siapa sangka pertemuan mereka dengan kambing ajaib ber-ambing 5 rasa itu, yang jujur sangat menggoda untuk di perah itu *ehem* akan berakhir dengan terkunci nya mereka di sebuah bangunan bobrok berisikan monster yang sangat ingin memakan mereka, dan bukan rahasia umum lagi sih kalo setiap monster pasti ingin melahap para Demigod. yang mengejutkan adalah pertemuan mereka dengan salah satu Demigod yang sudah tua, dan terjebak disana karna dikutuk oleh ayahnya sendiri, Dewa Apollo. hanya karna masalah yang sepele *menurut manusia, dan tidak bagi Dewa*.

dan  dicerita kedua ada pasangan favoritku, Percy dan Annabeth, yang berjudul Percy Jackson Dan Tongkat Hermes. sekilas tentang Hermes, Hermes adalah ayah dari Luke Castellan *kali aja kalian belum tau* dan karna Hermes adalah ayah Luke, maka Annabeth pun ikut membencinya seperti Luke. karna Hermes lah yang dianggap Annabeth telah menelantarkan Luke hingga akhirnya Luke menjadi jahat. begitu pula sebaliknya, Hermes juga membenci Annabeth karna dianggap tak mampu membuat Luke untuk kembali ke jalan yang benar, bingung! selamat datang di dunia Percy *nyontek*.  oke, kembali kecerita, hari itu adalah hari yang special buat hubungan Percy dan terutama Annabeth. karna hari itu adalah perayaan satu bulan masa pacaran mereka, horee... *tabur konpetty*. tapi tiba-tiba saja Hermes muncul dan mengacaukan kencan mereka dengan cara memberikan 'kabar baik' berupa misi bunuh diri untuk mencari raksasa yang telah mencuri tongkat milik Hermes. Hermes merasa malu, karna dirinya yang merupakan seorang Dewa Pencuri, malah kecurian. dari karna itu, Hermes meminta Percy untuk mencari tongkat itu secara diam-diam, dan jangan sampai diketahui oleh siapa pun. kisah ini adalah favorit ku, karna pasangan ini tidak ada tandingannya XD *sering banget ketawa2 waktu baca yang ini*. pokonya serulah, dan yang pasti kocak, dan so sweet >~<).

lanjut kecerita Leo Valdez dan Misi Mencari Bufford, yang sudah pernah baca Mark of Athena pasti tau Bufford. itu lho! meja berkaki tiga yang bisa jalan dan terbang itu, yang di MOA, Bufford ditugaskan buat menyebar keberbagai penjuru sambil membawa pakaian kotor milik para Demigod yang naik Argo-II. kali ini Bunker 9 beserta Argo-II terancam meledak gara-gara Bufford yang melarikan diri ke hutan. Leo panik setengah mati, untung lah Jason dan Piper, sahabatnya, bersedia membantu untuk mencari Bufford bersama Leo. kisah mereka juga tak kalah menariknya seperti kisah-kisah sebelumnya, karna Leo 'si cowok keren' akan beraksi melawan sekumpulan gadis periang, yang saking riangnya jadi nampak sangat menakutkan..

cerita terakhir ini special, karna Putra Sihir adalah karya perdana dari putra Rick Riordan sendiri, yaitu Haley Riordan. kisah ke empat ini menceritakan tentang pandangan seorang manusia biasa tentang dunia para Dewa ketika dia bertemu dengan salah satu Demigod, mantan anak buah Kronos yang selamat dari peperangan besar. rasanya agak miris waktu tau Alabaster, putra Dewi Hecate ini ternyata di kutuk oleh para Dewa untuk tak bisa memasuki perkemahan. Alabaster dianggap akan mempengaruhi saudara-saudara nya yang lain untuk membangkang dari para Dewa-Dewi, dan dia juga di jadikan pion oleh para Dewa untuk membujuk ibunya Alabaster, Dewi Hecate yang dulunya memihak Kronos untuk bergabung dengan pihak Olympia.

di Demigod Diaries ini memuat beragam penjelasan tentang asal-usul berbagai macam benda, dari gelang Aegis milik Thalia yang bisa berubah jadi Perisai itu, trus bilah terkutuk pisau nya Annabeth. Kabut yang mengaburkan realita tentang dunia para Dewa, sampai asal-usul bau badan para Demigod yang sering sekali menarik perhatian para monster itu.

para Dewa-Dewi Olympia memang terkenal agak aneh dan paranoid. karna bagaimana tidak, kalau mereka merasa ada yang tak patut menurut mereka, sedikit-sedikit main kutuk, sedikit2 main ancam. tak heran, bahkan anak-anak mereka sendiri kadang membenci mereka karena telah merasa diabaikan selama bertahun-tahun. karna memang Dewa bukan lah tuhan.  


Jumat, 31 Mei 2013

(Review) Heroes of Olympus #1: The Lost Hero by Rick Riordan.



- Judul : The Lost Hero.
- Seri : The Heroes of Olympus.
- Seri Ke: 1 (Satu).
- Pengarang : Rick Riordan.
- Bahasa: Indonesia.
- Penerjemah: Reni Indardini.
- Penerbit : Noura Books (Mizan F). 
- Tebal: 600 Hlmn.
- ISBN: 9789794336533.

- Sinopsis: 

“Tujuh Demigod akan menjawab panggilan.

Karena badai atau api dunia akan terjungkal—”


Tiga Demigod baru bergabung di perkemahan Blasteran.

Jason yang tidak bisa mengingat jati dirinya, Piper yang penuh misteri, dan Leo dengan kemampuan mekaniknya yang luar biasa.

Bersama-sama, ketiganya mengemban sebuah misi penyelamatan.

Misi yang juga akan mengungkap sebuah rahasia besar mereka di masa lalu.

Bergabunglah dengan para Demigod dari Perkemahan Blasteran dan nikmati petualangan serunya!!


- Review:

Setelah peperangan melawan para Titan usai, dengan membawa kemenangan kepihak Olympus. Dan akhir nya bisa membuat para penghuni Camp Half-Blood pun dapat bernafas dengan lega dan bisa meluruskan kaki mereka (Eh,bukan berarti kaki mereka bengkok lho!) Dan bersantai - santai, tapi apa benar begitu...

Tampak nya keberuntungan para Demigod (anak para dewa) memang selalu tak bertahan lama. Kini ramalan besar yang di semburkan oleh Rachel, sang Oracle,mulai mewujud. Di mulai dari ditutup nya Olympus untuk para Demigod. Hilang nya Percy Jackson,sang pahlawan yang telah mengalahkan Titan Kronos di seri Percy Jackson and The Olympians. Dan muncul nya seorang cowok pirang yang kehilang ingatan nya. Jason, si cowok pirang ini bingung,kenapa dirinya tiba-tiba terbangun didalam sebuah bus darmawisata dan digandeng oleh seorang cewek yang mengaku sebagai pacar nya Jason, dan seorang cowok yang mengaku sebagai sahabatnya. Mau tak mau Jason pun menerima keterangan mereka, walaupun agak sulit untuk menganggap Piper yang cantik itu sebagai pacar nya,dan Leo yang rada gokil itu sebagai sahabat nya, apalagi ketika dirinya sendiri bahkan tak tau siapa sebenarnya dirinya ini.

Belum lagi masalah sebelum nya selesai Jason cerna, masalah baru pun datang, dan tak tanggung2 masalah yang datang itu berupa monster yang sangat ingin mencelakai Jason, Piper, dan Leo. Kenapa!, tentu saja karna mereka bertiga adalah seorang Demigod. Mereka pun berusaha melawan roh angin yang menyerang mereka

itu,ketika Roh badai berusaha menculik Jason,namun gagal,dan sebagai ganti nya si Roh badai itu pun menculik pak pelatih Hedge yang sebenar nya adalah Satyr (manusia setengah kambing) pelindung mereka. Setelah penyerang mereka pergi membawa pelatih galak mereka, mereka bertiga pun di jemput oleh dua orang Demigod senior yg dikatakan pak pelatih Hedge sebagai tim penjemput mereka. Dan tahu kah kalian
siapa salah satu Demigod yg bertugas ngejemput mereka, yap.. Annabeth Chase, salah satu tokoh utama diserial PJO.

Begitu Annabeth datang,bukan nya dibuat tenang setelah kejadian di serang monster barusan.Jason malah dituduh Annabeth menyembunyikan Percy,padahal diri nya saja tidak tau siapa dirinya sebelum terbangun dari bus,apalagi Percy Jackson yang di cari oleh Annabeth. Adakah hubungan nya antara hilang nya ingatan Jason dan hilang nya Percy Jackson dari Camp Half-Blood.

Novel pertama dari Seri The Heroes of Olympus yang berjudul The Lost Hero ini memang sangat - sangat
wajib dimiliki oleh kalian yang menggandrungi novel-novel bertema fiksi - fantasi, apalagi bagi kalian yang sangat menyukai seri Percy Jackson and The Olympian yang semua novel nya sudah diterjemahkanoleh penerbit Noura Books/Mizan F itu. Selain itu, perpaduan mitologi yunani dan romawi yang membuat cerita ini semakin keren,dan membuat kita tau bahwa sebenar nya para Dewa - Dewi mempunyai sifat yang lumayan bertolak belakang ketika mereka berada di aspek Yunani mereka dan di aspek Romawi mereka. Rasa nya lucu ketika tau para Dewa - Dewi memiliki kepribadian ganda seperti ini. Ditambah lagi dengan ada nya tiga Demigod baru,Jason yang keren,Piper yang cantik,dan Leo yang kocak. Dan mampu membuat mata dan tangan tak rela melepaskan buku ini sedetikpun, salah satu bacaan yang gak akan pernah ngebosenin,walau pun dibaca berulang kali.


seperti biasa, Rick Riordan selalu menyelipkan humor-humor khas miliknya yang gak jarang bikin aku ketawa-ketawa sendiri, salah satu nya ini:
Judulnya berwarna merah mencolok: Raja Sparta, dibawahnya, poster itu menampakkan tokoh utama pria foto tiga perempat badan seorang pria yang telanjang dada, berkulit sewarna perunggu, berotot kekar, dan berperut six pack. dia hanya mengenakan kilt perang yunani dan jubah ungu, dia membawa pedang ditangan. sekujur tubuh pria itu kelihatannya baru saja di lumuri minyak, rambut pendek hitam nya berkilau dan peluh menganak sungai di wajahnya yang garang, mata gelapnya yang sedih itu menghadap kamera seolah untuk mengatakan 'Akan kubunuh kaum pria kalian dan kuculik para wanitanya! Ha-ha!'. hal: 187.
 
Sumpah,setiap kali baca bagian ini aku gak bisa kalo gak nyengir-nyengir sendiri :D. dan masih banyak humor khas Rick Riordan yang bertebaran di novel ini. oh iya, buku ini juga merupakan hasil menang kuis dari Noura Books tahun 2012, aku seneng banget dulu waktu dapetin buku ini. karna kuis nya jujur, ribetnya minta ampun. mesti gini, mesti gitu. tapi thanks banget Noura XD.

Selasa, 05 Februari 2013

(Review) Percy Jackson And The Lightning Thief by Rick Riordan.







- Judul: The Lightning Thief (Pencuri Petir).
- Seri: Percy Jackson And The Olympians.
- Seri ke: 1 (Satu).
- Pengarang: Rick Riordan.
- Bahasa: Indonesia.
- Penerjemah: Femmy Syahrani.
- Penerbit: NouraBooks (Mizan Fantasi).
- Tebal: 454 hal.
- Genre: Mitologi Yunani.
- ISBN:  979-433-540-1.

- Sinopsis:

 Percy Jackson—dua belas tahun, penderita disleksia—hampir dikeluarkan dari sekolah asramanya ... lagi. Tetapi itu hanya sedikit saja dari sekian masalah yang menantinya. Monster-monster dan dewa-dewi dari Gunung Olympus tampaknya berebutan keluar langsung dari buku pelajaran Sejarah Yunani milik Percy. Lebih parah lagi, Percy telah membuat beberapa di antara mereka marah besar. Petir asali milik Dewa Zeus telah hilang dicuri, dan Percy adalah tersangka utamanya.

Kini Percy dan dua orang kawannya hanya punya waktu sepuluh hari untuk mencari dan mengembalikan benda keramat tersebut dan mendamaikan kembali perang yang hampir pecah di Gunung Olympus. Tetapi tantangannya jauh lebih berat dari itu, Percy akhirnya harus berhadapan dengan kekuatan mengerikan yang bahkan lebih hebat dibandingkan pada dewa sendiri.


- Review: 

putra Poseidon akhirnya muncul di perkemahan Blasteran (Camp Half-Blood), dan membuat seisi perkemahan geger. bagaimana tidak, seharusnya tiga besar (Zeus, Poseidon, Hades) tidak diperbolehkan lagi untuk memiliki anak manusia setelah perang dunia ke-2, karna selain memiliki kekuatan yang besar melebihi kekuatan anak blasteran (Demigod) pada umum nya, konon katanya anak dari tiga besar inilah yang telah memicu peperangan tersebut. karna itulah Zeus, Poseidon dan Hades berjanji atas nama sungai Styx (yang merupakan janji paling serius dan tak boleh di langgar) untuk tak berhubungan lagi dengan perempuan manusia, tapi janji itu dilanggar oleh Poseidon ketika Percy Jackson lahir.

Percy yang hanya dibesarkan oleh ibu nya, Sally Jackson. tidak mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Demigod. di sekolahan nya Percy hanya dianggap sebagai biang onar dan berulang-ulang kali di keluarkan oleh sekolahan karna perbuatan iseng nya itu, padahal ia tak pernah bermaksud untuk membuat onar secara sengaja, tapi tetap saja sekolahan selalu menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi. tapi kini semuanya mulai masuk akal ketika Percy berusia 12 tahun, tepatnya setelah Percy diserang oleh Mrs. Dodds, guru alajabar Percy, yang ternyata adalah seekor monster yang sedang menyamar. dari sana lah kehidupan Percy berubah, dari anak pembuat onar, menjadi Demigod pembuat onar *eh!. dia pun diantar keperkemahan blasteran oleh ibu dan sahabatnya Grover, yang ternyata adalah seekor Satyr (manusia setengah kambing). perjalanan mereka menuju perkemahan tidak lah mulus. ditengah jalan mereka pun diserang oleh Minotaurus (manusia setengah banteng) yang kemudian menculik ibunya.

dari sanalah di ketahui bahwa Percy ternyata di tuduh bersekongkol dengan ayah nya, Poseidon, untuk mencuri petir asali milik Dewa Zeus. padahal Percy belum pernah bertemu dengan sang ayah satu kali pun, tapi tuduhan telah dijatuhkan dan tak ada jalan lain selain menemukan petir asali tersebut dan mengembalikan nya ketangan Zeus. dari sana lah petualangan Percy, Grover, dan Annabeth, putri Athena, di mulai.  di buku ini kita akan bertemu banyak Dewa, seperti Ares, sang Dewa perang. Hades, sang penguasa kematian. Zeus, Raja langit dan tentu saja Poseidon, si penguasa lautan. 

buku pertama dari seri Percy Jackson ini mungkin udah termasuk novel yang udah cukup lama keluar, tapi karna aku sangat cinta dengan dunia yang telah diciptakan oleh Rick Riordan ini, jadi aku pun bertekad untuk membuat review ini. dan kalau aku rajin, aku pasti bikin Review untuk novel selanjutnya.  banyak banget yang kecewa sama film dari PJO Lightning Thief ini karna banyak alasan, alasan pertama adalah banyak nya adegan yang melenceng jauh dari buku nya, trus masalah pemilihan pemeran para karakter di sini, di buku seharus nya Percy baru berusia 12 tahun lho! tapi ini pemeran nya udah tua *gak tua-tua banget sih, tapi ngeganggu banget* belum lagi pemeran Annabeth, aduuh... tapi, apa boleh buat, bubur udah jadi kerak *saking telat nya gitu* kalo pemerannya di ganti ntar malah makin ngeganggu feel buat nonton nya lagi, jadi yah begitu lah... padahal aku berharap banget novel favorit ku ini dikenal oleh lebih banyak orang, kayak Harry Potter gitu, tapi film nya Percy malah ngejatuhin banget. semoga film keduanya akan jauh lebih baik.