Tampilkan postingan dengan label Dystopia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dystopia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 September 2017

(Review) King's Cage, Red Queen #3 by Victoria Aveyard.

- Judul: King's Cage.
- Seri: Red Queen.
- Seri ke: 3 (Tiga).
- Pengarang: Victoria Aveyard.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerbit: Noura Books.
- Penerjemah: Reni Indardini.
- Penyunting: Yuli Pritania.
- Tebal: 688 Halaman.
- ISBN: 978-602-385-286-4.
- Rating: 5 of 5 stars.

- Review:

King's Cage merupakan novel ketiga dari seri Red Queen. Dan bukan, ini bukan buku terakhir dari seri ini. Aku yang sempat berpikir bahwa buku ini merupakan trilogy, kaget ketika temanku bilang bahwa buku ini masih ada kelanjutannya. Dan dia nampak kesal karena buku ini yang  ternyata belum tamat juga dan mungkin juga karena dia tidak menyukai endingnya. Baiklah.. Kalau aku mau membaca ini, aku mesti menyingkirkan pemikiran ini dulu, dan langsung baca saja.

Buku ketiga ini ternyata berbeda. Kalau di dua buku sebelumnya sudut pandang Mare menguasai seluruh buku, kali ini Mare tidak sendiri. Karena ada dua gadis lain yang ikut menyumbangkan sudut pandang mereka pada buku ini. Mereka bertiga melengkapi sudut pandang yang hilang. Dan berhasil membuat buku ini ku acungi dua jempol.

Aku sudah bisa menebak bahwa endingnya bakalan gantung dari cerita temenku tadi. Tapi aku gak menyangka kalo bakal semenyakitkan ini cliffhangernya. Dan kita harus menunggu sampai tahun depan dulu, baru lah kita bisa menyaksikan aksi final dari Mare, si gadis petir. Aku gak mau cerita endingnya gimana-gimana. Yang kalian perlu tau hanyalah, buku ini sangat intens, penuh ledakan, yang mana adalah bagian favoritku. Penuh perselisihan dan tipu daya. Adu strategi dari berbagai kubu berbeda. Yang sama-sama memiliki tujuan yang sama. Yaitu kekuasaan...

Dan sekilas info. Bagi kalian yang sudah tidak sabar lagi menantikan buku ke empat seri Red Queen yang terbitnya masih... lumayan lama. Noura punya kabar gembira. Kalian bisa menikmati buku terjemahan baru dari buku Victoria yang lain. Yaitu novella yang berjudul Cruel Crown. Novella ini memiliki 2 cerita di dalamnya. Dua cerita yang menjadi misteri di seri utama Red Queen. Cerita pertama berjudul Queen Song, sedangkan cerita kedua berjudul Steel Scars. Hayoo apa kalian bisa menebak 2 cerita ini menceritakan tentang masa lalu siapa? Segera dapatkan buku Cruel Crown di toko buku kesayangan kalian *uhuk.. Bukan jualan, uhuk*

Rabu, 21 Mei 2014

(Review) Shatter Me by Tahereh Mafi.






- Judul: Shatter Me.
- Seri: Shatter Me.
- Seri ke: 1 (Satu).
- Pengarang: Tahereh Mafi.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Dina Begum.
- Penerbit: Mizan Fantasi.
- Tebal: 445 Halaman.
- ISBN: 978-979-433-705-9.

- Sinopsis:

Negara melihat betapa menguntungkan betapa berbahayanya aku, dan mereka pun memutuskan untuk menyekapku di sebuah penjara menjauhkanku dari manusia normal. Mereka ingin menjadikanku senjata pemusnah menciptakan kedamaian yang sempurna di dunia ini.

Datanglah Adam. Tampan, memikat, memesona, baik hati. Di matanya, aku cantik aku tidak berbahaya. Lalu, kami pun bersekongkol berdiskusi. Adam akan membantuku keluar dari kurungan pengasingan ini, dan kami akan hidup bahagia nun jauh di sana. Itu janjinya.

Tapi, apakah dia bisa menepatinya? Tidakkah dia sadar bahwa suatu saat nanti aku bisa saja mengubah dan menghancurkannya menjadi serpihan abu?


- Review:  

Haloo blog ku yang tercinta, udah lama banget aku gak bikin-bikin review disini, gara-gara serangan malas-bikin-review ku lagi kambuh. jadi aku absen hampir selama 2 bulan. tapi kalo aku terus-terusan nurutin kemalesanku, bisa-bisa aku nanti ditendan keluar sama tetua bebi :v. oke, kali ini aku akan mereview buku yang sebenarnya udah lama aku selesein tapi baru sekarang bisa bikin reviewnya. so... inilah dia

 


Hampir semua orang ingin terlahir dengan memiliki kekuatan super seperti yang sering dilihat di film-film, tapi jika kekuatan itu bisa membunuh seseorang, adakah yang menginginkan nya?

Terlahir dengan anugerah kutukan, Juliette menghabiskan hampir seluruh hidupnya dengan dijauhi oleh semua orang. teman-teman di kelasnya, tetangga, bahkan orang tua nya sendiri pun menjauhinya karena takut kepadanya. padahal Juliette sama sekali tidak menginginkan mempunyai kekuatan seperti itu. dia ingin diperlakukan seperti orang normal lain nya, bukannya ditakuti. tapi apa daya, kekuatan itu tak bisa ia hilangkan.

sampai akhirnya Juliette di kirim ke suatu tempat untuk dilindungi dikurung dan diawasi. tiga tahun dia terkurung disana, dan selama 9 bulan dia tak pernah bertemu dengan manusia. sampai akhirnya ruangan tempat Juliette tinggal mendapatkan penghuni baru berupa seorang pria yang nampaknya tak asing lagi bagi Juliette.

aku selalu suka sama karakter yang mempunyai kekuatan super, entah kenapa rasanya keren aja gitu kalo didunia ini beneran ada orang yang kayak gitu. tapi kalo di pikir-pikir, kalo mereka beneran ada, wah bisa kacau nih dunia karena sering terjadi perang, hehehe...

secara keseluruhan novel ini sangat layak untuk dibaca, apalagi buat penggila Dystopia seperti aku. walaupun si Juliette ini kayak punya kepribadian ganda, tapi aku masih maklum. siapa yang gak jadi aneh coba kalo gak pernah ketemu ama orang lain selama 9 bulan. dan dikurung disitu-situ aja tanpa bisa melihat dunia luar, dunia yang bisa Juliette nikmati hanyalah apa yang diperlihatkan oleh jendela mungilnya. tokoh laki-laki di novel ini sangat memikat hati, yang baik maupun yang jahat. hmm... yang penasaran sama cerita lengkap Juliette, sangat dianjurkan untuk membaca seri ini, apalagi buku keduanya, Unravel Me ver Indo baru saja beredar di toko-toko buku. 


Kamis, 30 Januari 2014

(Review) Posbar Secret Santa: I Know Who Is My Secret Santa 2013: Ender's Game by Orson Scott Card.








- Judul: Ender's Game.
- Seri: The Ender Quintet.
- Seri Ke: 1 (Satu).
- Pengarang: Orson Scott Card.
- Penerjemah: Kartika Wijayanti.
- Bahasa: Indonesia (terjemahan).
- Penerbit: Bentang Pustaka (Mizan Fantasi).
- Tebal: 490 Halaman.
- ISBN: 978-979-433-747-9
- Rating: 5 of 5 star.



- Review:

wuiw... buku yang dahsyat. Keren banget, aku yang sering banget dapat cerita jaman dulu dari mama, ketika membaca buku ini, jadi sangat merasa. orang yang hidup pada era 70-an bisa membuat cerita yang didalamnya ada laptop dan benda sejenis tablet, serta game yang bisa ngebaca fikiran. sungguh pemikiran yang sangat maju menurutku. padahalkan jaman dulu gak ada tuh yang namanya laptop, dll... internet aja kaga ada. jangan kan itu, listrik aja di pedesaan belum ada lho! eyang Orson bisa ngebayangin benda-benda se modern ini, dan ditulis didalam bukunya, sungguh karya Dystopia paling maju dan jenius yang pernah aku baca.

Andrew, atau lebih dikenal sebagai Ender Wiggin. adalah anak ketiga dari tiga bersaudara.  Ender dan kakak-kakak nya, Peter dan Valentine Wiggin terkenal sebagai anak yang jenius. tetapi karna dia adalah anak ketiga didalam keluarganya, Ender kerap di ejek sebagai Third oleh teman sekolahnya. itu semua karna program kb pemerintah hanya memperbolehkan warganya untuk mempunyai 2 anak saja, karna mereka menganggap anak ketiga sebagai aib. bukan hanya tidak disukai oleh teman-teman nya, dia juga di benci, bahkan ingin dibunuh oleh kakak sulungnya, Peter. Peter merasa iri, mengapa Ender lebih diperhatikan oleh pemerintah, ketimbang dirinya, padahal mereka berdua sama-sama jenius. Ender sering disiksa oleh Peter dengan dalih bermain perang-perangan. kalau saja tak ada Valentine yang menyayangi dan melindungi Ender, entah apa yang akan Peter lakukan terhadap adik kecilnya itu.

Di usianya yang baru beranjak enam tahun, tiba-tiba petugas Militer datang kerumah keluarga Ender dan menawarkan Ender untuk bersekolah di Battle School. tempat belajarnya calon Tentara yang akan melindungi bumi dari serangan alien bernama Bugger. karna mereka akan melawan alien, maka sekolahan ini pun terletak di luar angkasa. Ender langsung menyanggupi untuk ikut, bukan hanya untuk menjauhi kakak nya, Peter. tapi juga untuk melindungi bumi, serta orang-orang yang ia cintai di bumi. terutama Valentine.

Karna kejeniusannya. Ender pun belajar dengan cepat disekolahannya itu, dia belajar bagaimana caranya bertarung, mengatur strategi, dan lain-lain, dalam dua tahun, Ender telah menjadi pemimpin sebuah pasukan bernama pasukan Naga, pasukan ini kelak ia pimpin untuk menjalankan permainan adu tembak-tembakan dan mengatur strategi. setelah jadi pemimpin, bukannya senang, Ender malah makin stres karna baik fikiran maupun badannya terus di paksa untuk bergerak, tak ada istilah istirahat untuk pasukannya. Ender hampir gila dibuatnya. apakah Ender berhasil mengatasi stres yang melanda fikirannya, ataukah dia malah jadi gila, dan gagal. apakah dia berhasil menyelamatkan dunia dari serangan alien?. jawabannya hanya bisa ditemukan bila kalian membaca buku ini.

disepanjang buku. yang terus-menerus diceritakan adalah kisah Ender di sekolahan tempurnya dan beberapa kali tentang Peter dan Valentine yang ingin jadi politisi dunia. sedangkan kisah para Bugger nya? aku sendiri bingung, Bugger yang seharusnya merupakan musuh utama Ender malah ditutup-tutupi, dan jarang ter ekspose, hingga mendekati akhir buku, tapi begitu misteri tentang para Bugger terungkap dihalaman akhir, aku pun hanya bisa terbengong-bengong, wow, ternyata mereka seperti itu :), semoga bentang gak lama-lama buat ngelanjutin buku keduanya . dan secara keseluruhan, buku ini sangat layak dibaca, ending buku pertamanya sangat WOW.... aku kasian sama Ender, di usianya semuda itu dia disuruh terus menerus untuk latihan-latihan dan latihan. tak ada waktu bermain untuk Ender, permainan nya hanyalah latihan perang. aku jadi ikutan stres bareng Ender jadinya.



Nah, karna ini adalah postingan Review untuk event Secret Santa tahun kemaren. sebagai rasa terima kasih ku pada SS ku yang telah berbaik hati untuk memilihkan buku ini sebagai hadiah yang ia berikan untukku, maka aku beserta peserta yang lain wajib untuk membuat postingan yang berisikan Review buku beserta hasil tebakan tentang siapakah sosok asli dari sang SS yang misterius itu, dan tebakan ku jatuh pada orang ini:

-  Agnes Koo dari blog Phiam: Behind Her Books XD

kenapa aku bisa sangat yakin dalam menebak sosok asli dari Santa ku, semua karna.... aku menemukan nomer hp santa ku di kertas nya jne XD. curang memang. tapi kalo gak karna nomer hp itu, aku gak mungkin bisa menebak identitas misterius santaku. tapi bukan berarti ada nomer hp nya membuat aku jadi sangat yakin. jadi aku pun kembali menyelidiki blog nya Agnes. dan aku pun jadi tambah yakin Agnes adalah santa ku karna ketika aku bekunjung ke blog milik nya, aku melihat ternyata dia sangat suka sama Hunger Games. maka yakinlah aku bahwa dia adalah santaku XD. karna selain buku ini, kemaren aku juga dapet quote Hunger Games yang sangat cantik, dan aku gunain sebagai pembatas buku. makasih ya... aku suka banget sama buku dan pembatas buku nya.

Minggu, 01 Desember 2013

(Review) Prodigy by Marie Lu.






- Judul: Prodigy.
- Seri: Legend.
- Seri Ke: 2 (Dua).
- Pengarang: Marie Lu.
- Bahasa: Indonesia.
- Penerjemah: Lelita Primadani.
- Tebal: 468 Halaman.
- ISBN: 978-979-433-806-3.
- Rating: 5 of 5 Star.


- Sinopsis:

  Setelah berhasil meloloskan diri dari eksekusi publik, Day yang ditemani oleh June lari ke Las Vegas. Mereka memerlukan bantuan Kelompok Patriot untuk menyembuhkan luka tembak di kaki Day, menemukan Eden, serta menyelundup ke Koloni. Sebagai balas budi, Day dan June harus membantu menyulut pemberontakan rakyat Republik dan membunuh Elector yang baru, Anden. June bersedia melakukan apa pun demi Day, namun instingnya mengatakan bahwa Anden tidaklah sekejam Elector sebelumnya dan rencana pembunuhan ini adalah sesuatu yang salah. Selain itu, ada yang mencurigakan dalam diri Razor, pemimpin Kelompok Patriot. June berusaha membuat Day sepaham dengannya, tapi Day sudah terlanjur digelapkan oleh amarah pada pemerintahan Republik.

Dalam dunia yang kacau balau ini, masing-masing pihak berpegang teguh pada apa yang mereka yakini. Pihak manakah yang pada akhirnya akan menang? Berhasilkah June meyakinkan Day untuk menyabotase rencana pembunuhan Elector? Dan setelah semua ini berakhir, dapatkah June dan Day tetap bersama?


- Review:


Bingung mau ngomong apa (efek baru selesai baca Prodigy) karna akhirnya lumayan mengejutkan. ingin rasanya mengatakan Novel ini keren, tapi ending buku ini membuatku bingung, mau ku ekspresikan seperti apa perasaanku terhadap novel kedua dari seri Legend ini. antara senang, sedih, frustasi dan bingung melebur jadi satu. kenapa kau akhiri buku ini dengan kejadian seperti ini.... kenapa... *guncang2 mba Marie*.

dibuku kedua nya ini, Prodigy masih menyuguhkan cerita melalui sudut pandang pertama dari kedua karakter utama nya, Day dan June. kisah yang mereka tuturkan secara bergantian sangat enak untuk dibaca dan melengkapi satu sama lain dengan cara yang sangat enak. diantara dua sudut pandang ini, aku lebih suka sudut pandang June, walaupun sifat nya agak berlebihan, yaitu selalu mengukur segalanya dengan perkiraannya, dari tinggi, berat, suhu, sampai waktu. tapi sepertinya memang seperti itulah sifatnya, selalu memiliki rencana dimana pun dia berada dan dalam keadaan seperti apapun. aku sudah lumayan familiar dengan gaya pandang seperti ini, karna tak hanya June satu-satu nya cewe jenius yang pernah kubaca. dan karakter-karakter seperti inilah yang kusuka dari sebuah cerita, karakter orang yang jenius, kuat dan menonjol.

kisah percintaan mereka juga sekarang lebih di tonjolkan dibandingkan buku pertamanya. walaupun hubungan mereka masih kurang jelas, alias masih HTS-an. tapi sudah jelas mereka saling menyukai satu sama lain tanpa ragu. tapi dengan hadirnya sang Elector baru yang muda dan tampan, dan teman sehidup semati nya Day yang telah menjelma menjadi siluman *uhuk* gadis yang cantik. apakah hubungan mereka masih bisa berjalan mulus.

tidak seperti novel dystopia lain, yang menampilkan sosok Pimpinan tertinggi nya lah yang jahat sampai akar-akarnya. di seri Legend, justru sang Elector baru lah yang ingin membuat perubahan atau Revolusi untuk Republik yang telah kacau balau. tentu saja semuanya dengan bantuan Day dan June. masalah wabah juga akhirnya sudah bisa ku mengerti sedikit demi sedikit, walau pun hanya disinggung di awal-awal saja. tapi lumayan jelas. ternyata Republik sadis ye... beruntung wabah yang menyebar itu bukan wabah yang menyebabkan manusia berubah jadi zombie. tapi tetap aja wabahnya mematikan, kalo aja mereka tak memiliki vaksin nya, bisa gawat tuh, dan kalau penelitian orangtua June benar, wabah ini akan menggila kalau tak segera di tanggulangi.





kalau kalian sudah baca Legend, kalian wajib baca buku keduanya ini, apalagi disini intrik antara Day dan pemerintah semakin memanas dan akhirnya mereka tau, siapa musuh siapa kawan. dan kalau kalian adalah penyuka novel bertema Dystopia, tak ada salahnya untuk mencoba seri ini yang memiliki tokoh utama dengan karakter yang kuat dan gak begitu bikin gemes waktu bacanya. ingin membaca review Legend bikinanku, bisa langsung meluncur ke sini.   nah, sampai disini dulu cuap-cuap ku yang agak aneh ini, dan selamat hari pertama dibulan Desember XD.




Selasa, 05 Maret 2013

(Review) Divergent by Veronica Roth







- Judul: Divergent.
- Seri Ke: 1 (Satu).
- Pengarang: Veronica Roth.
- Penerjemah:
- Penerbit: Mizan (Mizan Fantasi).
- Bahasa: Indonesia.
- Tebal: 543 Hal.
- Genre: Dystopia.
- ISBN: 979-433-697-1.
 



-Sinopsis:

Satu pilihan, menentukan apa yang harus kau percaya

Satu pilihan, memastikan siapa yang kau turuti, selamanya

Chicago, usai perang nuklir yang menghancurkan dunia. Pada usia 16, setiap orang harus mengambil pilihan yang akan menentukan seluruh jalan hidupnya.

Beatrice memilih meninggalkan Faksi Abnegation yang tanpa pamrih untuk bergabung dengan para pemberani di Faksi Dauntless. Meninggalkan orangtuanya, membuang namanya untuk hidup bersama faksi yang baru. Beatrice menjadi Tris, berharap menemukan jati dirinya bersama para Dauntless. Namun, Tris harus lulus inisiasi terlebih dulu agar bisa diterima. Tak ada jalan kembali. Tak lulus inisiasi berarti Tris akan bergabung dengan orang-orang yang terbuang. Hidup menggelandang.

Berhasilkah ia bertahan di komunitas yang kadang kebrutalan dianggap sama dengan keberanian?


-Review:

lagi, lagi dan lagi, genre dystopia yang yang aku baca. kenapa? yah... karna seru aja, dan kebetulan lagi ada bazar yang jual buku mizan dengan harga diskonan (walaupun cuman 15% sih :p). menegangkan dari awal sampai akhir, bener-bener tipe novel yang punya lem, rasanya nempel terus di tanganku. sekali udah mulai baca, rasanya gak kepengen lepasin kalo gak di selesein sampe tuntas. 
semua anak dari seluruh Faksi yang akan memasuki usia 16 tahun akan memilih, di Faksi mana kah mereka nanti akan tinggal. hanya ada dua pilihan, yaitu tetap berada di Faksi asal mereka, atau pindah ke Faksi lain. nah, untuk membantu mereka memilih, maka dilakukan lah sebuah tes, untuk menguji sebenarnya mereka lebih pas untuk berada dimana.

Beatrice Prior, seorang gadis asal Abnegation, yang selama ini hidup dalam keluarga yang sederhana dan suka menolong orang lain. tetapi Beatrice merasa bahwa jiwa penolong yang di miliki ayah, ibu serta kakak nya tak menurun padanya, tak peduli sekuat apa iya berusaha, iya selalu merasa diri nya tak pantas di panggil sebagai Abnegation, karna dia memiliki sifat egois di dalam hati nya. dan tahun ini, beatrice pun harus memilih. dia pun menjalani tes ini, dan ada sesuatu yang salah terjadi pada hasil tes nya, alih-alih hanya memiliki satu Faksi untuk dipilih seperti kebanyakan orang lain nya. Beatrice malah memiliki tiga Faksi untuk dia pilih, yaitu Faksi  Abnegation, Dauntless, dan Erudite. dan karna memiliki hasil seperti itu, dia pun di sebut sebagai seorang Divergent. dan dia harus merahasiakan jati dirinya tersebut.
  "Mereka yang tidak menyukai peperangan, membentuk Amity. Mereka yang tidak menyukai ketidaktahuan, menjadi Erudite. Mereka yang tidak menyukai kepalsuan, membentuk Candor. Mereka yang tak menyukai pamrih dan egoisme, membentuk Abnegation. Dan, mereka yang membenci kepengecutan adalah para Dauntless."  hal 55.
Beatrice pun akhir nya memilih Faksi Dauntless, yang disebut-sebut sebagai Faksi yang berani, nekat dan sedikit rada gila juga, gimana gak gila coba, kerjaan nya para Dauntless itu lompat ke kereta yang sedang melaju mulu, kalo mau naik, lompat. kalo mau turun, ya lompat juga. di tempat baru nya Beatrice pun memiliki nama baru, yaitu Tris. menjadi seorang Dauntless ternyata tak mudah sama sekali. lagi-lagi mereka (para calon Dauntless) harus menghadapi sebuah tes untuk benar-benar menjadi anggota dari faksi Dauntless. mereka diharuskan bertarung, mulai dari bertarung fisik sampai mental. dan pada akhir nya, hanya sepuluh orang saja yang nanti nya akan diterima sebagai anggota.

di tes fisik, Tris gak begitu hebat. tapi begitu menjalani tes mental, yang berupa simulasi yang memang diciptakan untuk menimbulkan rasa takut terbesar kita. dan Tris adalah orang yang memiliki catatan waktu tercepat. dia dapat memanipulasi simulasi itu, mengakali nya. sehingga dia dapat mengatasi rasa takut yang terasa sangat nyata akibat dari simulasi tersebut. teman-teman nya pun heran, mengapa diri nya bisa begitu cepat dalam menghadapi tes tersebut. Tris tak bisa bilang kalau itu semua karna dia seorang Divergent, yang mampu memanipulasi fikiran nya sendiri hingga dia yakin kalau semua simulasi itu tidaklah nyata. sebenarnya Tris juga bingung dengan apa arti dari Divergent itu, karna tak seorang pun pernah memberi tahu nya apa Divergent itu. dan mengapa para petinggi negara ingin membunuh para Divergent ini. kalo mau tau lengkap nya, ya baca aja novel nya, hahaha...

menurutku sifat Tris itu gak ngejengkelin, berbeda sama si mrs K.E itu lho *you know lah siapa yang ku maksud* waktu Four, pacarnya Tris ini di cuci otak nya. si Tris gak ngejauhin si Four, malah dia berusaha ngebuat Four inget sama dia, berbeda sama si itu yang waktu pacar (pura2 nya) di cuci otak, eh dia malah ngejauh sejauh-jauh nya. aku merasa kasian sama Tris, dia terlalu banyak kehilangan, padahal ini baru buku pertama, gimana di buku dua dan ketiga nya nanti ya... rasanya beruntung, aku baru beli Divergent ini sekarang bukan nya dari dulu, soalnya kalo dari dulu bisa-bisa aku penasaran setengah mati sama lanjutan nya gimana. kalo sekarang, karna Insurgent udah terbit dan sudah aku miliki, jadi aku bisa langsung lanjutin baca nya, hahaha... hmm, selama ini aku gak pernah ya ngasih rating di novel-novel yang ku review disini, biasanya aku cuman ngasih rating di goodreads doang sih, nanti deh aku coba-coba bikinin gambar yang keren untuk rating nya. nah cukup segini dulu ocehan ku yang gak jelas ini, sampai jumpa di postingan selanjut nya, dan jangan lupa koment nya ya...



 

Selasa, 19 Februari 2013

(Review) Legend (Los Angeles 2130) by Marie Lu.




- Judul: Legend (Los Angeles 2130).
- Seri: Legend.
- Seri ke: 1 (Satu).
- Sekuel: Prodigy.
- Pengarang: Marie Lu.
- Bahasa: Indonesia.
- Penerjemah: Lelita Primadani.
- Penerbit: Penerbit Mizan (Mizan Fantasi).
- Tebal: 382 Halaman.
- ISBN: 978-979-433-724-0.


- Sinopsis:

  Tahun 2130. Amerika Serikat telah terbagi menjadi dua wilayah: Republik di Barat dan Koloni di Timur. Keduanya menghadapi perang saudara yang tak ada habisnya. Seakan itu belum cukup, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.

Day, warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.

June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta. Bagaimana hubungan keduanya berlanjut? Dan apakah yang akan dilakukan June untuk menghadapi intrik dengan Day serta negaranya?.


- Review:

 akhir-akhir ini kayak nya bacaan ku genre nya Dystopia mulu ya... apa gara-gara aku ikut-ikutan terseret sama musim, karna sekarang kayak nya di indonesia lagi musim Dystopia semenjak Hunger Games keluar, para penerbit indonesia lagi gencar-gencar nya ngeluarin novel yang bertema kan masa depan yang suram seperti yang terdapat di novel ini. Day adalah buronan paling di cari di Los Angeles pada tahun 2130 *wuiw... masih seabad lagi* dia di kenal karna sering merampok uang, merusak fasilitas tempur Republik, dan terakhir... dianggap sebagai pembunh seorang kapten bernama Metias Iparis. Benarkah... bukan nya selama ini Day bahkan tak pernah melukai korban-korban nya, paling-paling mereka cuman di buat pingsan, tapi ini kenapa? apa Day tidak sengaja atau memang bukan dia pelaku nya.

di lain pihak, ada June Iparis, adik dari Metias, yang sangat bernafsu untuk memburu Day yang dia anggap sebagai pembunuh yang telah membunh kakak nya yang tercinta. dia berkelana kesana-kemari untuk mencari Day, bahkan menyamar sebagai gelandangan untuk mencari info tentang Day. di jalanan dia bertemu dua orang remaja yang menolong nya dari kejaran orang-orang yang marah. June terpesona pada sang pria, tapi ternyata pria itu adalah...

novel ini memakai dua PoV (sudut pandang) yaitu sudut pandang Day *tentu nya*, dan sudut pandang June. banyak yang bilang kalau sudut pandang nya kurang berbeda karna June dianggap gak begitu feminine. ya iya lah, tentara mana ada sih yang gak tomboy, apalagi untuk ukuran orang yang bisa matahin tangan orang dengan mudahnya. kalau aku sih bodo amat, aku cukup enjoy dengan dua PoV ini, apalagi dua pov nya di tulis dengan dua jenis huruf yang berbeda, jadi gak sulit-sulit amat lah ngebedain ini pov siapa- itu pov siapa. cerita nya juga ngalir, jadi menurutku gak ada yang ngeganggu.  

akhir dari buku ini juga gak begitu menggantung, Marie Lu membuat buku ini berakhir ditempat yang tepat. kisah cinta nya juga keren, walaupun gak nyangka ternyata Thomas itu tipe orang yang menyeringai girang waktu ngelukain orang, tapi mana ada ya antagonis yang gak gini, hahaha... aku juga kurang ngerti masalah virus memirus yang terdapat di dalam novel ini, yah semoga nanti aku ngerti pas baca sekuelnya. bertambah satu lagi seri yang harus ku koleksi sampai lengkap, aku nunggu banget lajutan novel Legend ini yang berjudul Prodigy. entah kapan mizan akan nerbitin seri ke dua dari novel ini, yah... kita tunggu saja. 
  

Rabu, 13 Februari 2013

(Review) Mockingjay by Suzanne Collins.






-Judul: Mockingjay.
-Seri: Hunger Games.
-Seri ke: 3 (Tiga).
-Pengarang: Suzanne Collins.
-Bahasa: Indonesia.
-Penerjemah: Hetih Rusli.
-Penerbit: Gramedia Pustaka Utama.
-Tebal: 432 Halaman.
-ISBN: 978-979-227-843-9


-Sinopsis:


Katniss Everdeen selamat dari Hunger Games, dua kali. Tapi dia belum sepenuhnya aman dari ancaman Capitol meskipun kini ia dalam lindungan Distrik 13.

Pemberontakan makin merajalela di distrik-distrik untuk menjatuhkan Capitol. Kini tak ada seorang pun orang-orang yang dicintai Katniss aman karena Presiden Snow ingin menumpas revolusi dengan menghancurkan Mockingjay... bagaimanapun caranya.



-Review:

Katniss berhasil selamat dari arena Hunger Games ke-75, tapi tidak dengan Peeta. Peeta sekarang harus ditahan oleh Capitol untuk di introgasi (sekaligus di siksa) untuk mengetahui apakah mereka (Katniss dan Peeta) tau tentang rencana para pemberontak yang telah menghancurkan arena Quarter Quell dan kini berusaha ingin menakhlukkan Capitol dan membunuh sang Presiden. Peeta yang malang, ketika Katniss dan Finnick berhasil di bawa ke Distrik 13, yang selama ini dianggap tidak ada, dia malah di jadikan umpan untuk menarik Katniss, sang Mockingjay, untuk datang ke Capitol.

 kalau Peeta di siksa di Capitol, Katniss sekarang tersiksa dan dianggap cacat mental, dia harus selalu bolak-balik masuk ke rumah sakit karena berulang kali di tenangkan pakai obat bius (dan semacamnya) ketika dia mengamuk atau histeris, di Distrik 13, mereka di berikan tato pengingat setiap hari, tato itu bertuliskan jadwal yang harus kita lakukan hari itu, seperti latihan,belajar, makan dan mandi. tato itu hanya bisa hilang ketika mereka mandi,bila kita berusaha melunturkan tinta nya sebelum waktunya di hapus, maka tinta itu takkan mau dihapus. tapi dengan ada atau tidak ada nya tato, Katniss tetap mengabaikan jadwalnya, dan lebih memilih untuk bersembunyi dan menghidari latihan. tapi itu semua harus Katniss bayar di kemudian hari.

perang di mulai dengan cara menakhlukkan seluruh distrik, lalu kalau sudah berhasil, baru mereka akan menyerang Capitol. lalu apa yang di kerjain Katniss disini, dia di suruh menjadi Mockingjay yang memberi semangat untuk para pemberontak dengan cara membikin Video yang akan di tayangkan di seluruh distrik.

secara keseluruhan Novel ini seru, tapi greget nya kurang kalau harus di bandingin sama buku sebelum nya, yaitu Catching Fire. disini banyak yang kacau, dari kacau nya fikiran Katniss dan otak Peeta yang dicuci, banyak nya orang yang mati disini (yang kebanyakan adalah kesayangan Katniss).  aku jadi sampai ikut-ikutan gila waktu baca ini.  Ending nya, yah... Lumayan, akhirnya Katniss emang sama Peeta *sesuai dugaanku*. Aku gak begitu terkesan sama epilog nya, karna yah terlalu singkat, dan gak begitu menggambarkan masa depan mereka. Dan aku rada setuju sama om Rick Riordan yang (kalo gak salah) bilang dia gak suka ada epilog pada cerita yg ia buat, dan dia membiarkan pembaca nya sendiri yang memutuskan bagaimana kehidupan para karakter itu selanjutnya. tapi yah itu, kalian harus tetep ngebaca buku ini kalau kalian kepengen tau bagaimana cara Presiden Snow mati, dan bagaimana Peeta bisa mengatasi kegilaan nya waktu ngeliat Katniss.

 bagian yang ngebuat sedih itu pas Katniss lempar-lemparin bantal ke Buttercup, kucing Prim, di Distrik 12. dan waktu mereka menangis bersama waktu mengingat Prim. pasti banyak yang setuju deh, ya kan... *bertanya pada mereka yang sudah Membaca*. sampai sini aja dulu deh Review ku, semoga Review ku bisa nambah semangat kalian (bukan nya nurunin) buat baca buku terakhir dari seri Hunger Games ini. jadi sampai jumpa lagi di postingan berikutnya, dan berhubung hari ini hari Valentine, jadi selamat hari kasih sayang *bagi yang ngerayain sih, kalo aku sih gak XD.

Sabtu, 09 Februari 2013

(Review) Delirium by Lauren Oliver.



- Judul: Delirium.
- Seri ke: 1 (satu).
- Pengarang: Lauren Oliver.
- Penerjemah: Vici Alfanani Purnomo.
- Penyunting: Prisca Primasari.
- Penerbit: Mizan (Mizan Fantasi).
- Bahasa: Indonesia.
- Tebal: 518 halaman.
- Genre: Dystopia.
- ISBN: 978-979-433-646-5.
- Penhargaan: Kirkus Reviews Best Teen Books of the Year.

Sinopsis:

  Dunia yang dihuni Lena Haloway adalah dunia tanpa cinta.

Cinta adalah sebuah dosa besar.

Sastra dan puisi masuk dalam “Kompilasi Lengkap Kata-Kata dan Ide-Ide Berbahaya.”

Penikmat musik dijebloskan ke penjara.

Tertawa bahagia dianggap melanggar aturan.

Suami-istri, ibu-anak, kakak-adik, hanya sebuah ikatan tanpa kasih sayang.

Binatang. Orang yang jatuh cinta dianggap binatang.

Lena pun demikian, ketika dia jatuh cinta kepada Alex Sheates.

Mereka hidup dalam rasa takut hebat, dan hanya menunggu waktu hingga mereka menanggung hukuman.



Review:

   Tak terbayangkan kalau aku harus hidup tanpa Tawa, Musik, Cinta, dan Buku, yang ke empat-empat nya merupakan bagian dari diriku, bisa dibilang juga jiwa ku. hampir disetiap aku berbicara aku selalu tertawa *bukan berarti aku gila ya*. dan aku selalu ngedengerin musik di motor dan sering nyanyi-nyanyi sendiri juga *udah aku bilang aku gak gila*. dan aku cinta dan sayang sama keluarga ku dan juga cinta sama tumpukan novelku yang cantik XD*peluuk*. semuanya adalah anugrah dari tuhan yang seharusnya kita syukuri. tapi tidak,semua itu tidak ada di dunia yang dihuni oleh Lena Haloway. jangankan mensyukuri, mereka malah membunuh persaan mereka, hanya karena mereka mengira dengan membunuh perasaan, takkan ada pernah ada yang namanya peperangan. Benarkah mereka? aku tidak tau, dan aku tidak mau tau. cinta adalah satu-satunya alasan mengapa kita sampai saat ini masih bisa hidup, berjalan, bernafas, dan melihat, semuanya karena tuhan sayang sama kita. tapi untunglah ini gak akan pernah terjadi sama kita, dan semua ini hanya terjadi di dunia nya Lena, ha.. XD *tertawa diatas penderitaan orang lain*

konon, dimasa depan, masa yang dihuni oleh Lena, cinta adalah sesuatu yang dilarang dan dianggap sebagai virus yang mematikan, karena itulah ketika seseorang telah menginjak usia 18 tahun, maka dia harus di vaksin agar tak menderita penyakit Amor Deliria Nervosa, atau yang lebih kita kenal sebagai cinta.  setelah di vaksin, mereka akan dijodohkan dengan seseorang yang telah dipilih oleh dewan penguji untuk nanti dinikah kan dengan mereka.
 "mereka bahkan lebih memilih mencongkel mata mereka atau mencoba menancpkan tubuh mereka ke pagar berduri diluar Laboratorium, daripada hidup tanpa cinta." hal: 10. 
"aku tak suka memikrkan bahwa sekarang aku masih berjalan dengan penyakit yang mengalir dalam darahku. sumpah, kadang aku benar-benar merasakannya menggeliat dalam pembuluh darahku seperti sesuatu yang busuk, seperti susu basi, membuatku merasa kotor. mengingatkanku pada anak-anak yang memuntahkan amarah mereka, mengingatkanku pada sebuah pemberontakan, pada gadis-gadis yang terjangkit dan menggarukan kuku-kuku mereka dijalan, lalu mencabik-cabik rambut mereka sendiri dengan air liur menetes-netes dari mulut mereka" hal: 8.

ternyata orang yang menderita Deliria dimasa depan sangat mengerikan ya!. ini baru namanya "Gila karna Cinta" secara Harfiah.

Lena selalu mengira bahwa dirinya akan jauh lebih Bahagia ketika ia sudah disembuhkan, tetapi sekarang tidak lagi, terutama setelah seseorang bernama Alex masuk kedalam kehidupannya. laki-laki yang awalnya Lena fikir aman untuk di dekati, ternyata sama sekali tidak aman untuknya. gara-gara Alex, persepsi Lena tentang kebahagiaan berubah. dia tidak lagi merasa dunia yang ia kenal itu bisa membuatnya bahagia, dia tidak lagi merasa bahwa di sembuhkan akan menghindarkan dirinya dari bahaya, dan dia tidak lagi merasa bahwa cinta itu mematikan. benar, kini Lena telah Positif menderita Amor Deliria Nervosa, seperti kakak nya dulu, dan juga seperti ibunya.

well... ceritanya keren, walaupun rada bikin ngantuk di awal, tapi semua berubah begitu adegan tangkap-tangkapannya di mulai. "nah, fikirku, ini baru keren". ternyata para Regulator nya sangar-sangar ya... kalo gak salah katanya obsesi akan menghilang setelah disembuhkan, tapi ini... para Regulator nya bertampang pembunuh gitu, sebenernya Regulatornya udah disembuhin apa belum sih *garuk-garuk pala*.

kesan tentang betapa terlarangnya cinta tersampaikan dengan baik di buku ini, terasa sekali bahwa semua orang yang telah di sembuhkan sangat memandang rendah orang-orang yang dianggap Simpatisan (orang-orang yang dicurigai melanggar), bahkan tak segan untuk meneror mereka. sedikit saran waktu membaca buku ini, kalau kalian merasa bosan waktu membaca bagian awal buku ini, aku saranin kalian baca minimal sampai halaman 160-an keatas, dijamin nafsu baca kalian langsung meningkat, karna baru di situlah konflik nya dimulai. banyak fakta mengejutkan tentang kehidupan Lena yang justru baru terungkap di akhir cerita, setelah baca sampai habis, aku jadi tau kenapa banyak yang ngasih rating tinggi buat buku ini, ternyata... jadi gak sabar banget buat nungguin lanjutannya yang berjudul Pandemonium buat diterjemahin sama Mizan.