Tampilkan postingan dengan label Victoria Aveyard. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Victoria Aveyard. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 September 2017

(Review) King's Cage, Red Queen #3 by Victoria Aveyard.

- Judul: King's Cage.
- Seri: Red Queen.
- Seri ke: 3 (Tiga).
- Pengarang: Victoria Aveyard.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerbit: Noura Books.
- Penerjemah: Reni Indardini.
- Penyunting: Yuli Pritania.
- Tebal: 688 Halaman.
- ISBN: 978-602-385-286-4.
- Rating: 5 of 5 stars.

- Review:

King's Cage merupakan novel ketiga dari seri Red Queen. Dan bukan, ini bukan buku terakhir dari seri ini. Aku yang sempat berpikir bahwa buku ini merupakan trilogy, kaget ketika temanku bilang bahwa buku ini masih ada kelanjutannya. Dan dia nampak kesal karena buku ini yang  ternyata belum tamat juga dan mungkin juga karena dia tidak menyukai endingnya. Baiklah.. Kalau aku mau membaca ini, aku mesti menyingkirkan pemikiran ini dulu, dan langsung baca saja.

Buku ketiga ini ternyata berbeda. Kalau di dua buku sebelumnya sudut pandang Mare menguasai seluruh buku, kali ini Mare tidak sendiri. Karena ada dua gadis lain yang ikut menyumbangkan sudut pandang mereka pada buku ini. Mereka bertiga melengkapi sudut pandang yang hilang. Dan berhasil membuat buku ini ku acungi dua jempol.

Aku sudah bisa menebak bahwa endingnya bakalan gantung dari cerita temenku tadi. Tapi aku gak menyangka kalo bakal semenyakitkan ini cliffhangernya. Dan kita harus menunggu sampai tahun depan dulu, baru lah kita bisa menyaksikan aksi final dari Mare, si gadis petir. Aku gak mau cerita endingnya gimana-gimana. Yang kalian perlu tau hanyalah, buku ini sangat intens, penuh ledakan, yang mana adalah bagian favoritku. Penuh perselisihan dan tipu daya. Adu strategi dari berbagai kubu berbeda. Yang sama-sama memiliki tujuan yang sama. Yaitu kekuasaan...

Dan sekilas info. Bagi kalian yang sudah tidak sabar lagi menantikan buku ke empat seri Red Queen yang terbitnya masih... lumayan lama. Noura punya kabar gembira. Kalian bisa menikmati buku terjemahan baru dari buku Victoria yang lain. Yaitu novella yang berjudul Cruel Crown. Novella ini memiliki 2 cerita di dalamnya. Dua cerita yang menjadi misteri di seri utama Red Queen. Cerita pertama berjudul Queen Song, sedangkan cerita kedua berjudul Steel Scars. Hayoo apa kalian bisa menebak 2 cerita ini menceritakan tentang masa lalu siapa? Segera dapatkan buku Cruel Crown di toko buku kesayangan kalian *uhuk.. Bukan jualan, uhuk*

Sabtu, 29 Juli 2017

(Review) Glass Sword by Victoria Aveyard

- Judul: Glass Sword.
- Seri: Red Queen.
- Seri ke: 2 (Dua).
- Pengarang: Victoria Aveyard.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Reni Indardini.
- Penyunting: Jia Effendie.
- Penerbit: Noura Books (Mizan Fantasi).
- Tebal: 601 Halaman.
- ISBN: 978-602-385-168-3

- Review:

(( Peringatan... review mengandung spoiler buku sebelumnya))

Setelah berbulan-bulan aku tunda. Akhirnya ku tamatkan juga buku ini dengan perasaan lega. Sungguh buku yang menarik.

Mare Barrow hanya lah seorang darah merah biasa beberapa bulan yang lalu. Semenjak dia bekerja untuk kerajaan perak. Mare menyadari satu hal yang berbeda pada dirinya. Yaitu memiliki kekuatan super layaknya seorang perak. Mungkin kah itu terjadi?

Setelah belajar pada seorang perak yang baik padanya, Mare pun menyadari satu hal. Bahwa dia bukan lah satu-satunya orang yang memiliki kelainan ini. Dia tidaklah sendirian. Masih banyak pemilik darah baru lain di luar sana yang juga memiliki kekuatan sepertinya. Berdarah merah, dan lebih kuat dari perak. Menjadi darah baru bukanlah hal yang mudah. Mare pun dibuat ke susahan oleh status barunya itu, merah sekaligus perak. Dia pun melarikan diri dari kerjaan yang ingin membunuhnya.

Sebelumnya di buku Red Queen, kita diajak untuk  mempelajari tata cara bagaimana seorang bangsawan perak seharusnya bersikap. Sedangkan di buku keduanya ini kita diajak jalan-jalan keliling negeri untuk menemukan para darah baru, suka duka mengiringi perjalanan Mare bersama para pejuang merah.

Pengumpulan darah baru sangat mengasyikkan, banyak orang dengan kekuatan baru, dan berbeda dari para perak. Kekuatan unik mereka mampu membuat laju bacaku meningkat. Ya walaupun tetep aja sih pada akhirnya aku baca ini lama banget baru kelar. Hehehehe...

Sebagai pecinta kekuatan super, aku sangat menikmati membaca Glass Sword, walaupun ada sebagian besar yang bikin aku empet karena karakternya terlalu membingungkan. Tapi aku mencoba bersabar, dan hanya fokus ke alur cerita. Buku yang menarik, sungguh...

Senin, 14 November 2016

(Review) Red Queen #1 by Victoria Aveyard.






- Judul: Red Queen.  
- Seri: Red Queen.  
- Seri Ke: 1 (Satu).
- Pengarang: Victoria Aveyard.  
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).  
- Penerjemah: Shinta Dewi.  
- Editor: Jia Effendi  
- Penerbit: Noura Books (Mizan Fantasi).  
- Tebal: 525 Halaman (Ebook).  
- ISBN: 978-602-385-062-4.   
- Rating: 5/5 Stars.


- Review:



Buku aneh, kalau kalian bukan penyuka plot twist tak terduga dan akhir yang menggantung. Dianjurkan untuk tidak membaca Red Queen ini.
Ketika dunia memiliki tak hanya satu warna darah, melainkan dua. Yang satu berwarna merah seperti kita, Manusia biasa. Dan yang satu lagi perak, yang konon dipercayai sebagai keturunan para dewa. Para darah perak hampir selalu memiliki kekuatan super, entah itu manipulasi elemen seperti air, api dan besi. Memiliki tangan besar dengan kekuatan penghancur super. Bahkan sampai menguasai otak orang lain. Dan beragam kekuatan lainnya.


Di dunia seperti ini lah Mare Burrow hidup sebagai seorang pencuri berdarah merah. Walaupun dia adalah seorang merah, dia memiliki kekuatan, Kaki yang lebih lincah daripada kebanyakan orang, dan tangannya yang cepat merupakan kombinasi maut bagi para korbannya. Tetapi pencuri bukanlah sebuah pekerjaan yang dapat di akui oleh pemerintahan, dan dia juga bukanlah seorang murid magang. Dan itu membuat Mare terpaksa menyiapkan dirinya untuk mengikuti wajib militer, dan dikirim ke medan perang. Mare telah pasrah dengan keadaannya itu. Toh ayah dan ibunya masih memiliki sang adik, untuk berkerja. Tetapi ketika sahabat dan adiknya terlibat dalam sebuah masalah, seketika itu pula lah dunia Mare menjadi kacau balau.


Setelah di bingungkan dengan masalah-masalah yang menghampiri hidupnya. Pertemuannya dengan seorang pemuda bernama Cal memberinya sedikit harapan. Dalam waktu singkat Mare mendapatkan sebuah pekerjaan yang tidak pernah dia sangka. Yaitu berkerja di istana perak. Yah... walaupun hanya menjadi pembantu. Tapi Mare senang akan hal itu, tapi seolah takdir tak ingin membuat Mare tenang. Sesuatu  yang mengejutkan terjadi kembali tepat di saat pemilihan calon Ratu selanjutnya.


Waktu awal-awal aku membaca buku ini, aku sempat bingung. Kok ya kayak remeh banget gitu konfliknya. Si Mare kok kayak tergesa-gesa banget ikut dalam kelompok pemberontakan. Karena waktu di awal, aku melihat para kaum perak ini gak beringas-beringas amat kok ampe di musuhin sedemikian rupa sama si Mare. Memang sih wajib perang itu lebih banyak memakan korban di kalangan Merah ketimbang Perak. Tapi ya namanya perang mau gimana lagi gitu.
Baca-baca-baca... waktu aku sampai di beberapa bab terakhir, aku seperti ditampar oleh plot twist tak terduganya. Langsung saja aku menarik kembali perkataanku tentang konflik yang remeh itu. Seperti kata-kataku di awal tadi. Buku ini adalah sebuah buku yang aneh, aku yang biasanya dengan mudahnya jatuh cinta sama karakter di dalam novel, di buku ini berhasil di bikin gak suka sama siapa-siapa. Karena mengutip dari kata-kata yang sering diucapkan Mare dipikirannya, setiap orang bisa mengkhianati siapa pun. Aku gak bisa suka sama mereka, karena takut dikhianati *lebay mode on*. tapi setakut-takutnya aku sama plot twistnya yang kelewat sedap ini, harus aku akui kalo aku berhasil di bikin suka banget sama bukunya. Jadi apakah kalian masih mau mencoba buku yang satu ini?