Selasa, 23 Agustus 2016

(Review) Cinder - Lunar Chronicles #1 by Marissa Meyer.

- Judul: Cinder.
- Seri: Lunar Chronicles.
- Seri Ke: 1 (Satu).
- Penulis: Marissa Meyer.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Yudith Listiandri
- Editor: Selsa Chintya
- Penerbit: Spring.
- Tebal: 384 Halaman.
- ISBN: 9786027150546.

Review:

Bayangkan... dongeng tentang para putri yang sudah sering kita dengar namanya seperti Cinderella. Red Riding Hood alias si Tudung Merah. Rapunzel. Dan Snow White di retelling, atau di ceritakan ulang, dengan gaya distopia dan sci-fi. Bagaimana mungkin ini tidak menarik perhatian para pecinta fairytale atau dongeng-dongeng macam aku.

Awalnya aku memang tidak begitu tertarik dengan seri ini karena pertama, aku masih punya banyak buku yg belum aku baca. Kedua, siapa tau buku ini  bahasanya tidak cocok untukku. Tapi setelah melihat semua teman-temanku *eh... gak semuanya juga ding* nyaranin aku baca seri ini. Dan iya... mereka heboh banget berebut cowok-cowok ganteng yang ada di sini. *lalu thifa di sambit*. Aku pun mulai tertarik. Apalagi ditambah aku tak harus membeli buku pertamanya, Cinder ini, karena dapat hibahan langsung dari penerbitnya. Maka tak ada alasan buatku untuk tidak mencobanya. Dan benar saja, memang tidak salah keputusanku untuk mencoba Cinder.

Sesuai tebakan kalian, Cinder merupakan retelling dari kisah Cinderella. Dia punya Ibu tiri, atau dalam kasus kali ini ibu angkat, yang selalu menyuruhnya berkerja, cek. Dua saudari angkat, cek. Seorang pangeran yang jatuh hati padanya, cek. Pesta dansa, dan sepatu yang tertinggal setelah pesta dansa juga cek. Trus apa yang membedakan antara Cinderella yang original dengan si Cinder ini? Banyaak...

Kalau biasanya Cinderella hanya lah seorang gadis rumahan yang kerjaannya pegang sapu ama kain pel mulu. Sedangkan Cinder yang merupakan seorang Cyborg, bekerja sebagai mekanik, dia terkenal akan keahliannya dalam urusan memperbaiki mesin dan Cinder mempunyai sebuah toko di pasar New Beijing. Kalau aku teruskan menjelaskan perbedaan antara Cinderella yang klasik dan Cinder ini. Takutnya aku bakal nyerocos terus tanpa memedulikan Spoiler yang tumpah ruah sana-sini. Huahahaha...

Sejarah diantara para tokoh-tokohnya diatur dengan rapi. Si ini dengan si itu, si itu dan yang lainnya. Semakin bertambah lembaran yang aku baca, semakin banyak petunjuk tentang sejarah mereka yang terungkap. Dan pengungkapannya itu memang sering tertebak. Tapi itu tidak mengurangi keseruan membaca cerita ini.

Pokoknya, buat kalian yang berencana ingin menyicipi seri Lunar Chronicles ini, aku tanya pada kalian dulu. Kalian suka baca manga? Kalian suka baca atau menonton cerita fairytale? Kalian suka novel bergenre dystopia? Maka kalian akan cocok dengan novel ini. Jangan ragu, jangan bimbang. Baca aja, nikmati... begitu kalian sudah menemukan sesuatu yang klik dengan seri ini, kalian sudah pasti akan jatuh hati dengan mereka semua.

Ketika aku menulis review ini, aku sedang membaca Winter. Buku ke empat dari Lunar Chronicles. Jadi udah tertebak kan bahwa aku ngebut banget baca seri ini. Udah dulu ah kicauanku. Sampai jumpa di review berikutnya. Kemungkinan besar sih review Scarlet, Cress dan Winter.

Senin, 15 Agustus 2016

(Review) Percy Jackson's Greek Heroes by Rick Riordan.

- Judul: Percy Jackson's Greek Heroes.
- Penulis: Rick Riordan.
- Ilustrasi: John Rocco.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Reni Indardini.
- Editor: Yuke Ratna.
- Penerbit: Nourabooks (Mizan Fantasi).
- Tebal: 496 Halaman.
- ISBN: 978-602-385-051-8

REVIEW:

Pada dasarnya semua Demigod/Pahlawan itu punya hidup yang sial. Jarang banget ada Pahlawan yang punya ending bahagia. Apalagi kalau kalian merupakan anak dari Dewa-Dewi besar macam Zeus, Poseidon dll... jangan pernah mengharapkan kehidupan yang normal deh. Yang jaman dulu maupun yg jaman sekarang. Semua sama. Coba aja kita liat nasib teman kita Percy Jackson yang kesialannya terus bertambah panjang saja seiring bertambahnya sekuel PJO :v *puk2 Percy*.

Btw, kita untuk sekali ini gak akan membahas tentang Percy. Karna kini giliran Percy lah yang menceritakan kesialan, eh... Petualangan pahlawan-pahlawan jaman dulu di buku berjudul Percy Jackson's Greek Heroes ini.

Terdapat dua belas kisah pahlawan yang laki-laki maupun perempuan, seorang Demigod sampai dengan manusia biasa. Pokoknya dijamin bakal menghibur kalian. Sekaligus kalian bisa mempelajari sejarah para pahlawan ini. Siapa saja kah kedua belas pahlawan ini. Pertama-tama kita akan berkenalan dengan Perseus, eh... bukan Percy Jackson lho ya! Perseus yang ini adalah anak dari Zeus. Yang konon salah satu dari sedikit pahlawan yang memiliki akhir bahagia. Trus kedua ada Psyche, si cantik yang membuat Aphrodite iri. Di nomer urut tiga ada Phaethon, anak dari Titan Helios. Keempat ada Otrera sang pendiri Amazon. Dan kelima Daedalus sang Penemu macam-macam. Iya... Daedalus yang itu... yang membuat Labirin di PJO 4. Trus di nomer enam ada Theseus, sang penakhluk Minotaurus. Ketujuh Atalanta, cewek seram yang dibesarkan oleh beruang. Kedelapan Bellerophon yang ceroboh. Kesembilan Kyrene si pengembala domba. Kesepuluh Orpheus si musisi terkenal di dunia atas maupun Underworld. Dan yang kesebelas Hercules yang terkenal berkat 12 tugas bodoh dari sang Raja. Dan di posisi terakhir, alias pamungkas, ada Jason dan kapalnya Argo yang terkenal.

Kalo aku di tanya petualangan siapa yang paling aku sukai? Hmm... aku juga bingung netapinnya. Kisah mereka mempunyai keseruan yang berbeda. Yang jelas di buku ini penuh dengan nama-nama yang bisa bikin lidah keseleo saking susahnya di sebut. Hehehe...

Nah... apalagi yang harus aku bahas? Hmm... udah cukup kali ya. Aku udah sering promosiin bukunya Om rick, jadi kalian pasti udah tau gimana. Pokoknya buku ini bagus buat belajar sejarah pahlawan yunani jaman dulu. Sampai jumpa di review buku selanjutnya. Dah...

Ps: makasih buat Nourabooks karna udah ngasih aku buku ini secara cuma-cuma. Tau aja deh Noura kalo aku ini kutubuku bokek 😂.

Minggu, 27 Maret 2016

(Review) The Fire Sermon by Francesca Haig.

- Judul: The Fire Sermon. 

-Seri: The Fire Sermon.

- Buku ke: 1 (satu).

- Pengarang: Francesca Haig.

- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).

- Penerjemah: Lulu Fitri Rahman.

- Penerbit: Noura Books (Mizan Fantasi).

- Tebal: 550 Halaman.

- ISBN: 978-602-385-000-6.


-REVIEW:


Hmm... rada bingung juga mau mulai dari mana dulu. Oke... aku mulai dari kesan-kesan ku dulu aja kali ya setelah baca novel ini. Pertama alurnya menurutku lumayan lambat. Dari bagian awal buku, rada susah buat masuk ke dalam dunia Alpha dan Omega ini, tapi begitu bisa masuk ke cerita dan memahaminya, ternyata lumayan enak juga buat di baca. Idenya bagus, kembaran yang dari lahir sudah tercipta berbeda. Yang satu sempurna dan yang satu nggak. Tapi selain itu, menurutku ceritanya  sudah rada umum untuk ukuran Dystopia. Waktu membaca ini aku selalu kepikiran sama novel dystopia lain, yang di mana orang-orang di adu untuk saling membunuh.  tapi untuk kasus seperti itu menurutku lebih jelas siapa yang harus dibenci. Sedangkan di sini, aku bingung antara pengen getok penjahatnya atau di tereakin di telinga buat akur aja sama Omega. 

The Fire Sermon ini menceritakan tentang seorang cewek Omega bernama Cass. Cass mempunyai kembaran Alpha cowok bernama Zach, jadi begini,setiap kelahiran manusia di zaman ini sudah pasti akan kembar, dan sudah pasti yang lahir akan sepasang, cowok dan cewek. pemisahan antara anggota keluarga yang memiliki fisik sempurna (Alpha) dan yang memiliki kekurangan Fisik (Omega) wajib dilakukan, bahkan semenjak mereka masih bayi. Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana perasaan para Omega yang dibuang oleh orangtuanya sendiri, demi menuruti peraturan pemerintah. Dari sini saja aku sudah kesel sama pemerintahnya. 

Cass dan Zach ini sama-sama memiliki anggota badan yang sempurna. Jadi ketika mereka lahir, Orangtua mereka tidak bisa membedakan mereka. yang mana kah yang Alpha, dan yang mana yang Omega. Cass kecil yang mengetahui bahwa dirinya berbeda, berusaha keras untuk menyembunyikan keanehannya itu. Demi tetap bisa hidup bersama-sama keluarga yang dicintainya. Tapi sayang, perkara mereka yang tak juga kunjung bisa dipisahkan membuat Orangtua mereka resah. Zach pun ikut gusar karena tak kunjung juga dipisahkan dari kembaran Omega nya, Agar dirinya bisa menjalani hidup normal sebagai seorang Alpha. Cass kecil berhasil menyembunyikan jati dirinya selama tiga belas tahun, walaupun berulang kali dicurigai oleh kembarannya. Dia tak juga kunjung mengakuinya, bahwa dia adalah seorang Omega. Sampai suatu kejadian mengungkap identitas aslinya, dan memyebabkan Cass terusir dari pemukiman Alpha.

Selama enam tahun. Cass telah menjalani kehidupannya dengan normal. Senormal yang bisa seorang Omega dapatkan lah. Tiba-tiba ketenangan hidupnya terusik kembali, Ibunya yang tidak pernah mengunjunginya, datang ke pemukiman Omega, dengan membawa sebuah kabar. bahwa Zach, kembarannya, telah berhasil meniti karirnya di pemerintahan. Dan bukan hanya itu, ibunya juga memberitahu bahwa Zach akan membuat hidup Cass sengsara. Cass telah hidup serba kekurangan selama enam tahun, dan tidak begitu di sukai bahkan oleh kaumnya sendiri. Sesengsara apakah Zach akan membuat kehidupan Cass nanti. Kalau penasaran, ya baca aja bukunya, huahahaha... *lalu di dorong ke Tartarus. 

Secara kesuluruhan, bukunya menghibur kok. Kalo tahan dengan alur yang lambat, ya coba baca aja. Cass di gambarkan mempunyai pemikiran dewasa. Mungkin karna sebagian besar buku ini di ceritakan dari sisi Cass yang telah berusia Dua puluh tiga tahun kali ya. Gak kayak sebagian novel lain yang masang karakter utama cewek remaja yang menye-menye dan minta di tabok :v. Aku suka cara berpikir Cass. Gak kayak kembarannya yang pengen ku tabok mulu *eh!. 

Buku ini kudapatkan secara tiba-tiba dari Noura Books. Gak ada angin, gak ada hujan. Aku di tawarin mau gak dapet novel fantasi. Ya namanya aku suka Fantasi, ya aku iyain aja dengan senang hati. Makasih ya penerbit buku kesayanganku. Sering-sering aja gini. Aku seneng kok *tifa di toyor.


Jumat, 26 Februari 2016

(Review) House of Secrets #1 by Chris Columbus & Ned Fizzini.

- Judul: House of Secrets.
- Seri: House of Secrets.
- Seri Ke: 1 (Satu).
- Pengarang: Chris Columbus & Ned Vizzini.
- Penerbit: Nourabooks.
- Penerjemah: Lulu Fitri Rahman.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Genre: Fantasi, Adventure, Middle Grade.
- Tebal: 458 Halaman.
- ISBN: 978-602-0989-46-4.

REVIEW:

Halooo... udah lama banget aku gak update ya? Maaf... akhir-akhir ini aku sibuk banget. Jadi waktu buat baca otomatis berkurang juga, dan sekarang aku lagi teralihkan sama serial Superhero yang segambreng dan seru-seru itu, hehehehe... *lalu tifa dipentung.

Oke, pertama-tama aku mau berterima kasih dulu sama dokter cantik yang ngasih aku buku ini. Sebagai penggemar novel Middle Grade kelas berat, tentu saja buku ini merupakan bacaan harus buat aku. Dan begitu kesempatan buat dapetin buku ini datang, tanpa pikir lama-lama aku langsung ngambil kesempatan itu. Dan sampai sekarang aku masih bersyukur karena berhasil bertemu dengan buku keren ini.

Buku ini bercerita tentang satu keluarga yang baru pindah rumah. Iya... iya... aku tau. Awal buku ini emang udah biasa banget. Satu keluarga pindah rumah, trus ternyata rumah mereka berhantu dll... lalu mereka sekeluarga mati, The End *itu sih film horor tif* Tenang, karakter utamanya gak ada yang mati kok. tapi... baca sendiri dong. Kalo aku kasih tau semua nanti gak seru lagi. Huahahaha... *evil laugh.

Ketiga kakak adik ini pada dasarnya sama aja kayak kebanyakan kakak adik di cerita lain, ada yang pintar, ada yang di cap sebagai pembawa masalah, ada yang ingin membuktikan dirinya bukan anak kecil yang tak bisa apa-apa. Tapi petualangan mereka lah yang tidak biasa, mereka masuk ke dunia lain, dan begitu mereka bertiga menyadari kalau mereka berada di dunia yang pasti lah bukan bumi kita. Mereka pun mempelajari seluk beluk tentang dunia tempat mereka terperangkap, dan sekaligus mencari cara untuk menyelamatkan orangtua mereka dan cara untuk memulangkan mereka sekeluarga dengan selamat ke bumi.

Kalian mencari cerita tentang tiga kakak-beradik berpetualang di dunia lain, mempunyai alur yang lumayan cepat, dan mempunyai penjahat seorang wanita misterius yang mengerikan. Maka ini adalah buku yang pas untuk kalian. Selamat berpetualang.

Sabtu, 12 September 2015

(Review) Spirit Animals: Wild Born #1 by Brandon Mull.

- Judul: Wild Born.
- Seri: Spirit Animals.
- Seri Ke: 1 (Satu).
- Pengarang: Brandon Mull.
- Bahasa: English (Non Terjemahan).
- Penerbit: Scholastic Inc.
- Tebal: 208 Halaman
- ISBN: 978-0-545-52243-4

- Review:

Sudah dari awal-awal ngefans sama Om Brandon aku emang berniat buat bacain semua seri yg dia tulis. Pas ketemu seri satu ini aku ngira bahwa ini series yg ditulis sama om Brandon sendiri. Ternyata seri ini ditulis oleh banyak penulis. Dan termasuk penulis favoritku yg lain, Marie Lu, yg nanti akan menulis di buku ke tujuh. Sudah lama buku ini numpuk di wishlist ku. Karena gak ada terjemahannya, maka otomatis kalo aku mau baca harus nyari yg versi english, dan itu harganya mahal banget buatku. Untung saja aku bertemu dengan Better World Book, sebuah toko buku online yg menjual buku second plus gratis ongkir ini. Dimulai lah kekalapan, eh... pencarianku kepada buku-buku versi english yg masuk ke dalam wishlist ku. Dan semakin lama aku menatap tuh toko. Semakin susah buat nahan gak beli di sana. Eh... kok aku keluar jalur sih. Kan kita lagi bahas Wild Born *fokus tif, fokus*

Karena aku masih baru dalam membaca buku berbahasa asing ini, maka jadilah aku baru bisa nyelesein buku ini dalam waktu seminggu lebih, padahal bukunya tipis banget. Cuman 200 halaman kalo gak salah. Tapi berkat keahlian Om Brandon, aku berhasil menamatkan buku ini.

Buku ini menceritakan tentang empat orang anak berusia sebelas tahun yg memiliki latar belakang yg berbeda. Conor, cowok berambut pirang ini adalah anak seorang pengembala domba. Sedangkan Ebeke, Cewek berkulit hitam ini adalah cewek yg senang berburu ketimbang melakukan hal ke Cewek an lainnya, seperti merajut dan sebagainya. Ada pula Meilin, Cewek cantik nan kaya, yg nampak seperti seorang putri yg anggun dihadapan semua orang. Tetapi di dalam, dia sangat ahli dalam hal bertempur dan mengatur strategi. Ini semua berkat sang ayah yg merupakan jenderal terhebat di Zhong. Lalu yg terakhir ada Rollan, cowok yatim piatu yg tinggal di jalanan.

Sebelum mereka melakukan ritual pemanggilan Spirit Animals. Mereka adalah anak biasa, well... mungkin buat Conor, Ebeke dan Rollan saja. Karena Meilin, walaupun dia tak berhasil memanggil Spirit Animals. Dia tetap akan bisa mempelajari strategi perang, dan siapa tahu suatu hari dia akan jadi Jenderal hebat seperti ayahnya. Dan ketika mereka berempat melakukan ritual itu di tempat berlainan. Satu persatu dari mereka memanggil Spirit Animals yg mereka kira hanya ada dalam legenda. Conor berhasil memanggil seekor Serigala bermata Biru bernama Briggan. Lalu Ebeke berhasil memanggil seekor Chittah bermata ungu bernama Uraza. Meilin berhasil memanggil seekor Panda bermata Silver bernama Jhi. Dan terakhir Rollan yg memanggil seekor Elang bernama Essix. Briggan, Uraza, Jhi dan Essix di kenal sebagai The Four Fallen. Mereka lah Spirit Animals yg di anggap paling hebat diantara yg lain.

Begitu mereka berhasil memanggil The Four Fallen, para Greencloak (perkumpulan para pemanggil Spirit Animals yg mengadakan ritual pemanggilan Spirit Animals di seluruh negri) langsung berusaha mengumpulkan mereka berempat bersama. Di lain pihak, musuh para Greencloak *aku lupa namanya :v* juga berusaha merekrut mereka berempat sebagai anggota mereka. Salah satu dari mereka berempat jatuh ke pihak musuh, karena dia awalnya tak mengira bahwa orang-orang yg merekrutnya adalah musuh para Greencloak.

Buku ini memakai sudut pandang orang ketiga, dan memakai PoV empat anak ini. Karena tiga orang diantara mereka berhasil di amankan oleh para Greencloak, dan yg satu berada di pihak musuh. Jadi kita bisa tahu apa yg sedang dilakukan oleh masing-masing pihak. Buku ini sangat bagus, yah... walaupun mereka belum begitu akrab, tapi aku bisa paham, mereka kan baru sebentar bertemu, ya gak mungkin kan sudah saling nempel aja. Semoga di buku kedua yg berjudul Hunted, hubungan mereka makin bagus dan makin solid kerjasama nya, baik terhadap satu sama lain, maupun terhadap binatang-binatang mereka.

Aku pernah menanyakan masalah buku ini pada salah satu editor di penerbit yg juga telah menerbitkan karya lain Brandon Mull dan Marie Lu. Tapi gagal, kata beliau, karena seri ini terlalu panjang, jadi sangat beresiko bakalan putus ditengah jalan, maka dari awal beliau udah nolak buat nerjemahin seri satu ini. Rada kecewa sih. Tapi ya mau gimana lagi. Semoga aja ada penerbit lain yg bersedia nerjemahin ini sampai tamat.

Kamis, 25 Juni 2015

(Review) The Crown of Ptolemy by Rick Riordan.

- Judul: The Crown of Ptolemy.
- Seri: Crossover Percy Jackson & Kane Chronicles.
- Seri ke: 3 (Tiga).
- Pengarang: Rick Riordan.
- Bahasa: English (Ebook ver).
- Rating: 5 of 5 star.

- Review:

Tes tes..  baru kali ini aku nyobain nge-blog via hp. Jadi maklumi aja kalo gaya post ku agak beda dari biasanya, hehehe....

Setelah dua bulan aku gak berhasil menyelesaikan buku apapun. Baru hari ini aku berhasil namatin sesuatu. Itu pun cuman sebuah cerpen. Huhuhu...
Tapi jangan salah... walaupun cerpen, tapi ini adalah cerpen yang dikarang oleh penulis favoritku, Rick Riordan. Crown of Ptolemy ini merupakan cerita ketiga dari trilogy Cross over Percy Jackson & Kane Chronicles. Yep... ini menceritakan tentang bagaiman jadinya bila  para Demigod Yunani bertemu dengan para Penyihir Mesir. Secara mereka semua hidup di satu negara, yaitu Amerika. Jadi sangat mungkin kalau para Demigod dan Penyihir akan bertemu. Dan yang bertemu di trilogy ini bukan sembarang Demigod dan Penyihir, tetapi para tokoh utama di serial masing-masing. Siapa lagi kalo bukan duo maut Percy-Annabeth dan kakak beradik Kane, Carter-Sadie. Di The Son of Sobek. Carter bercerita bahwa dia bertemu dengan cowok aneh berpakaian orange dan memegang sebuah pedang ketika dia berusaha untuk mengatasi makhluk yang meresahkan masyarakat di Long Island. Dan tentu saja si cowok aneh itu adalah Percy Jackson. Dan di cerita kedua, The Staff of Serapis, giliran Annabeth lah yang bertemu dengan penyihir Mesir yang nyentrik, Sadie Kane di sebuah kereta, padahal Annabeth tadinya bermaksud untuk bertemu dengan Percy, pacarnya. Tapi, lagi-lagi karena seekor monster, rencana itu harus dibatalkan. Berkat pertemuan singkat empat tokoh ini, mereka pun menyimpulkan bahwa ada seseorang yang berusaha menggabung dua mitologi ini menjadi satu. Dan pertanyaan mereka pun terjawab di cerita ketiga ini, di The Crown of Ptolemy. Bersama mereka harus menghadapi seorang musuh yang terobsesi ingin menjadikan dirinya sendiri menjadi seorang Dewa Mesir-Yunani.

Rick Riordan selalu berhasil memukau ku, di Staff of Serapis aku berhasil dibuat sesak nafas hanya dengan melihat memakai sudut pandang Annabeth. Betapa shock nya dia, karena bukan hanya mitologi Yunani dan Romawi saja yang ternyata tetap eksis sampai saat ini, tapi ternyata Mesir pun juga masih eksis. Di cerita kali ini pun sama, selain karena di sini memakai PoV (Point of View) dari Percy Jackson yang selalu merupakan sudut pandang favoritku selama ini. Ceritanya juga tak kalah menakjubkan dari cerita sebelum-sebelumnya.

Bagaimana cara mereka ber empat menggabungkan kekuatan mereka sangat keren menurutku, karena lawan mereka berusaha menggabungkan dua mitologi. Jadi mereka berempat pun mencoba untuk menggabungkan cara Yunani dan Mesir jadi satu. Jadi misteri yang terdapat di cover Crown of Ptolemy pun akhirnya terungkap setelah membaca ini. Awalnya aku bingung, kenapa pedang Percy kok jadi lucu gitu, bengkok dan sangat jelas bentuknya lebih lebar dari pedang Percy yang biasa. Dan ternyata... *kalo mau tau jawabannya, baca aja ndiri*. Hah... pokoknya gak ada habisnya deh kalo aku mau ngebahas tentang trilogy ini. Kalau kalian penasaran sama trilogy ini, kalian bisa menemukan terjemahan dari Son of Sobek di bagian belakang novel Serpents Shadow (buku ketiga dari seri Kane Chronicles). Dan Staff of Serapis di buku Demigod Files. Sedangkan untuk Crown of Ptolemy, sejauh ini aku belum mendapatkan info kapan cerita ini akan diterjemahkan. Jadi untuk yang gak sabar pengen nyaksiin petualangan Percy yang terakhir, baca aja via ebook.

Kamis, 26 Maret 2015

(Review) The Revenge Of Seven, Lorien Legacies #5 by Pittacus Lore.







- Judul: The Revenge Of Seven.
- Seri: Lorien Legacies.
- Seri ke: 5 (Lima).
- Pengarang: Pittacus Lore.
- Bahasa: Indonesia (Terjemahan).
- Penerjemah: Nur Aini.
- Penerbit: Mizan Fantasi.
- Tebal: 452 Halaman.
- ISBN: 9789794338612.




- Review:

                            ------SPOILER ALERT-------
BUAT YANG BELUM BACA BUKU-BUKU SEBELUMNYA.







Setelah dibuat galau berat sama ending buku sebelumnya, Fall of Five. Sekarang mereka kembali beraksi dibuku ke-lima dari seri Lorien Legacies. Six, Marina a.k.a Seven dan Nine yg terlantar di rawa-rawa karna pertarungan tak terduga mereka dengan sang pengkhianat. Dan John alias Four, Sarah, Sam, dan Malcolm, ayah Sam. Sekarang bersatu dengan salah seorang Mogadorian baik hati bernama Adam. Mereka kini harus bersembunyi, karna markas rahasia mereka kini hancur sudah. Mereka terpencar dibelahan bumi yang berbeda. Dan ingin bersatu kembali demi mengalahkan sang pemimpin tercinta para Mogadorian, Setrakus Ra. Yang sekarang telah berhasil menculik Ella, karna suatu tujuan.
Dibuku kali ini, sudut pandang kembali dibawa oleh Number Four dan Six, Garde favorit kita (jiah… kita. Emang lu sama siapa Fa?) dan ada juga sudut pandang Ella yang sekarang melaporkan langsung keadaan didalam kapal ruang angkasa milik Setrakus Ra. Banyak hal terungkap dibuku ini, yang bikin aku memaafkan sang pengkhianat. Dan bikin aku berhenti galau soal Ella yang dibuku sebelumnya kondisinya bikin prihatin.
Dari awal sampai akhir, buku ini menyajikan aksi yang tampaknya tiada habisnya. Dan aku harus akui, si Pittacus Lore berhasil memacu adrenalinku hanya dengan membaca buku ini saja. Setiap karakter dibuku ini tak henti-hentinya bikin aku jatuh cinta. Terutama sama si kecil Ella. Endingnya berhasil bikin aku kepengen nangis, merinding karna harapan (eh? Gimana maksudnya coba?). dan berhasil bikin aku yakin pake banget banget, bahwa buku ini super keren. Banyak yang merasa digantungin sama buku ini. tapi itu tak berpengaruh apa-apa sama aku, karna aku udah terbiasa digantungin sama series. Baik itu novel, maupun serial tv yang sekarang sedang kugilain banget. Makasih lho ya… buat yang bikin aku penasaran mulu :v.
Selama aku baca buku ini, tanpa sengaja aku selalu mengharapkan pengkhianatan dari Adam, seolah aku tak percaya bahwa Adam benar-benar baik, dan beda dari bangsanya yang lain. Soalnya aku benci perasaan di khianati seperti yang terjadi dibuku sebelumnya. Untunglah Adam berhasil ngebuktiin. Bahwa dirinya benar-benar berada dipihak Bumi.
Buku ke-enam nya nanti akan berjudul Fate of Ten. Dan konon seri ini akan berakhir dibuku ke-tujuh. Dan salah satu misteri novel ini pun kembali terungkap. Karna dari awal, tidak ada yang tahu seri satu ini akan berakhir dibuku keberapa.